MBG Picu Naiknya Harga Daging Ayam dan Telur Ayam?

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES HARGA NAIK: Harga daging ayam di Kota Sukabumi terpantau kembali naik. Penaikannya diikuti juga komoditas telur ayam.
0 Komentar

JL SURYAKENCANA – Harga komoditas daging ayam dan telur ayam di Kota Sukabumi. Kondisi itu dimungkinkan mulai berjalannya kembali program makan bergizi gratis (MBG) usai libur panjang sekolah.

Data Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) setempat, saat ini harga daging ayam rerata di kisaran Rp37 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas tersebut di kisaran Rp36 ribu per kilogram.

Sementara harga telur ayam naik jadi Rp26 ribu per kilogram. Awalnya, harga telur ayam berkisar Rp25 ribu per kilogram.

Baca Juga:Kelurahan Subangjaya Ciptakan Lingkungan yang AsriUBSI dan Diskominfo Kota Sukabumi Jajaki Program Kerja Sama

“Kurun sepekan ini harga daging ayam dan telur ayam naik dua kali yakni pada 13 Juli dan 17 Juli,” kata Kepala Diskumdagin Kota Sukabumi, Een Rukmini, melalui Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri, M Rifky, kemarin (20/7).

Pantauan perkembangan harga beragam bahan pokok penting di Kota Sukabumi dilakukan di Pasar Pelita dan Tipar Gede. Rifky menyebut, naiknya harga dua komoditas tersebut kemungkinan karena meningkatnya permintaan. Terlebih, saat ini program MBG sudah kembali berjalan pascalibur sekolah.

“Ada juga komoditas yang harganya turun. Salah satunya kacang kedelai impor. Harganya turun Rp250 per kilogram, dari sebelumnya Rp10.900 per kilogram, sekarang jadi Rp10.650 per kilogram,” ujarnya.

Sementara itu terdapat pula sejumlah komoditas yang harganya relatif stabil. Antara lain beras premium kelas I yang harganya masih di kisaran Rp14.800 per kilogram dan beras premium kelas II yang harganya Rp14.600 per kilogram.

“Sedangkan daging sapi harganya Rp150 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp21 ribu per liter,” tutur Rifky.

Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau perkembangan harga di lapangan. Sejauh ini dipastikan pergerakan harga masih relatif terkendali.

Tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan, sehingga tak menimbulkan gejolak di masyarakat. (mg5)

0 Komentar