JL STASIUN – Kondisi Pasar Pelita Kota Sukabumi dinilai semakin memprihatinkan. Padahal, pasar terbesar di Kota Sukabumi itu sudah hampir lima tahun beroperasi pascarevitalisasi.
Jumlah pedagang aktif terus berkurang. Pun, aktivitas jual beli mengalami penurunan.
Pihak pengelola menilai belum optimalnya penataan pedagang kaki lima (PKL) oleh Pemerintah Kota Sukabumi menjadi salah satu penyebab utama merosotnya daya tarik pasar modern tersebut.
Baca Juga:Ratusan KK Alami Krisis Air Bersih, Dampak Kemarau Panjang di Kota SukabumiKelurahan Subangjaya Ciptakan Lingkungan yang Asri
Pengelola Pasar Pelita, Sonya Yuliana, mengatakan banyak pedagang memilih meninggalkan kios di dalam gedung dan kembali berjualan di luar pasar karena minimnya jumlah pembeli yang masuk ke area pasar. “Kalau melihat kondisinya sekarang memang memburuk. Pedagang berkurang, banyak yang kembali berjualan di luar. Pembeli juga kesulitan masuk karena kawasan sekitar kembali dipenuhi PKL,” ujar Sonya kepada wartawan, kemarin (20/7).
Menurut Sonya, persoalan tersebut berkaitan dengan penataan PKL yang dinilai belum dilakukan secara konsisten. Meski pemerintah sempat melakukan penertiban, upaya tersebut dinilai belum efektif karena tidak diikuti pengawasan secara berkelanjutan.
Akibatnya, para PKL kembali menempati lokasi semula sehingga akses menuju Pasar Pelita kembali dipenuhi lapak pedagang. “Ketika satu kawasan ditertibkan, kawasan lain belum. Akhirnya muncul kecemburuan dan pedagang kembali lagi ke jalan. Tidak ada pengawasan setelah penertiban sehingga kondisinya seperti kucing-kucingan,” katanya.
Selain persoalan PKL, keberadaan sejumlah titik perdagangan baru di sekitar Pasar Pelita juga disebut turut mengurangi aktivitas ekonomi di dalam gedung pasar. Sebagian pedagang memilih berpindah ke lokasi yang dinilai lebih ramai sehingga jumlah pengunjung Pasar Pelita terus menurun.
Sonya mengungkapkan, pihak pengelola telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kota Sukabumi, baik melalui komunikasi langsung maupun surat resmi. Namun hingga kini belum ada kebijakan yang dinilai mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. “Kami sudah sering berkomunikasi dan pernah menyampaikan surat keberatan. Tapi sampai sekarang belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, pengelola memastikan seluruh fasilitas pasar tetap beroperasi normal. Layanan listrik, air bersih, petugas kebersihan, pengamanan selama 24 jam, kamera pengawas (CCTV), musala, hingga toilet di setiap lantai tetap disediakan sebagai bentuk komitmen memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pengunjung.
