Kejar Ketertinggalan Cakupan UHC

Istimewa
HUMAS PEMKAB SUKABUMI Ade Suryaman Sekda Kabupaten Sukabumi
0 Komentar

SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi terus berupaya mengejar ketertinggalan kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berdampak terhadap cakupan Universal Coverage Health (UHC). Pemerintah daerah setempat pun menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen yang potensial berkontribusi terhadap cakupannya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyebutkan cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sukabumi baru mencapai 92,97 persen dengan tingkat keaktifan peserta di kisaran 62,96 persen. Di sisi lain, pemerintah melalui rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) menetapkan target cakupan harus bisa mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen.

“Kita masih cukup tertinggal. Dibutuhkan berbagai kolaborasi dengan elemen masyarakat agar cakupan bisa mencapai target,” kata Ade, pekan lalu.

Baca Juga:Budi Azhar : Tradisi Syukuran Hari Nelayan di Sukabumi tak Sekedar BudayaPangdam III Siliwangi dan Bupati Resmikan Jembatan Guci di Cikembar

Ade menyebut, keberadaan relawan SPPG cukup potensial mendongrak cakupan UHC. Hingga saat ini di Kabupaten Sukabumi terdapat 402 yayasan yang mengelola SPPG.

“Jika dirata-ratakan satu SPPG memiliki 50 relawan dan pegawai, maka terdapat puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan yang bisa mendongrak. Ini sangat potensial,” terangnya.

Ade menuturkan, JKN merupakan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Ade pun meminta agar pengurus yayasan yang mengelola SPPG segera mendaftarkan para relawannya agar mendapatkan jaminan kesehatan.

“Langkah optimalisasi kepesertaan ini bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah daerah ataupun kepentingan BPJS Kesehatan. Ini murni untuk perlindungan kesehatan masyarakat. Sekaligus juga memperluas capaian UHC di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (ist)

0 Komentar