JL ARAHA – Di bawah terik matahari yang menyengat, puluhan jeriken dan galon berjajar rapi di pinggir jalan Kampung Nanggerang RW 16 dan Kampung Kubang Kulon RW 16 Kelurahan/Kecamatan Lembursitu. Warga bergantian menunggu giliran mengisi wadah mereka.
Bagi sebagian orang, air mungkin hanya kebutuhan sehari-hari. Namun bagi warga yang terdampak kemarau panjang, setiap tetes air yang mengalir menjadi harapan yang tak ternilai.
Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai memperlihatkan dampak nyata di sejumlah wilayah Kota Sukabumi.
Baca Juga:Dispusipda Buka Pendaftaran Pemilihan Duta BacaProduk Bonsai Sukabumi Harus jadi Barometer
Debit mata air menurun drastis, sumur-sumur warga mulai mengering, dan kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi. Kondisi tersebut membuat aktivitas sederhana seperti memasak, mandi, mencuci hingga beribadah menjadi tantangan tersendiri.
Di tengah situasi itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi kembali hadir memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Melalui armada tangki air, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada 310 kepala keluarga atau sekitar 1.240 jiwa di Kelurahan Lembursitu.
Bagi warga, kedatangan mobil tangki bukan sekadar distribusi bantuan. Kehadirannya membawa rasa lega setelah beberapa hari harus menghemat sisa air yang ada. Sejak pagi, masyarakat sudah berkumpul dengan membawa berbagai wadah penampung, mulai dari galon, ember hingga jeriken berukuran besar. Mereka mengantre dengan tertib sembari berharap pasokan air bersih segera kembali normal.
Selain mendistribusikan air bersih, relawan PMI juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diajak menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, HR Imran Wardhani, mengatakan kondisi kekeringan tahun ini mulai meluas dan menjadi perhatian serius. Menurutnya, permintaan bantuan air bersih dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi terus meningkat setiap harinya.
“Kemarau yang berlangsung cukup lama telah menyebabkan sejumlah sumber air masyarakat mulai mengering sehingga kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang mendesak. PMI Kota Sukabumi bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi terus bersinergi untuk memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan akses air bersih. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan agar kesehatan tetap terjaga selama musim kemarau,” ujar Imran, kemarin (23/7).
