Pemkot Sukabumi Dorong Perbaikan Data Penerima Bantuan Pangan, Wali Kota Tinjau Distribusi Bantuan

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES TINJAU: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meninjau penyaluran bantuan pangan berupa beras dari pemerintah kepada masyarakat yang berhak menerima.
0 Komentar

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meninjau langsung pelaksanaan distribusi bantuan pangan beras di Kelurahan Sukakarya, Karangtengah, dan Cisarua, kemarin (9/9). Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan pangan dari pemerintah melalui Bulog diterima masyarakat yang menjadi penerima manfaat secara tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep menjelaskan bantuan beras diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi yang diperuntukkan bagi kebutuhan pangan selama tiga bulan. Ia menegaskan pentingnya pengawasan dalam proses distribusi sekaligus evaluasi terhadap data penerima bantuan.

Bagi masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan tetapi kini tidak lagi terdata, Ayep meminta Dinas Sosial bersama perangkat terkait melakukan perbaikan dan pemutakhiran data berdasarkan desil kesejahteraan agar bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Ayep juga mendorong agar pendataan masyarakat ke depan semakin terintegrasi melalui sistem digital Sukasai.

Baca Juga:PLN UP3 Sukabumi Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di KadudampitKarhutla di Sukabumi Terjadi 63 Kali

Menurutnya, pemutakhiran data yang akurat menjadi bagian penting dalam menyusun kebijakan dan intervensi pemerintah, termasuk dalam penanganan kemiskinan, stunting, serta berbagai persoalan sosial lainnya. Dengan data yang lebih baik, pemerintah dapat menentukan masyarakat yang membutuhkan bantuan, pelatihan, maupun intervensi pemberdayaan secara lebih tepat dan terukur.

Lebih lanjut, Ayep menekankan bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus dibarengi dengan upaya mengurangi pengangguran. Masyarakat usia produktif, khususnya berusia 18–35 tahun yang belum bekerja, didorong untuk segera didata agar dapat diarahkan pada peluang kerja lokal, domestik maupun migran, serta mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan.

“Yang terpenting untuk menyelesaikan kemiskinan adalah menyelesaikan pengangguran. Harus ada kerja sama, sehingga masyarakat dapat bekerja dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tegasnya. (mg5)

0 Komentar