PALABUHANRATU – Pemkab Sukabumi berkomitmen bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2027 akan diarahkan untuk memperkuat pertanian dan agroindustri, ketahanan pangan, pariwisata, UMKM, koperasi, serta percepatan penurunan stunting.
Sedangkan dari sisi belanja, pelayanan dasar tetap menjadi prioritas. Anggaran pendidikan dialokasikan 31,16 persen dan kesehatan 18,95 persen dari belanja daerah. Infrastruktur difokuskan pada ruas strategis, irigasi, air minum, sanitasi, serta akses kawasan wisata.
Pernyataan itu dikatakan Bupati Sukabumi, Asep Japar dalam teks tertulisnya saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran (TA) 2027.
Baca Juga:Soal Akun Medsos Kades Karangmekar, Lapas Warungkiara Buka Fakta Hasil PemeriksaanTantangan Menanti Pejabat Baru
Jawaban atas pandangan fraksi itu di bacakan oleh Wakil Bupati Sukabumi, Andreas dalam rapat paripurna di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (2/10/2026).
Lanjut Andreas jawaban itu menegaskan berbagai masukan fraksi DPRD menjadi bahan evaluasi untuk menyusun anggaran yang efektif, efisien, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pemkab Sukabumi akan mengoptimalkan pajak dan retribusi melalui digitalisasi, pemutakhiran data wajib pajak, penagihan piutang, serta pengembangan potensi pariwisata, pertambangan, perikanan, dan properti tanpa membebani masyarakat kecil.
Lanjut Andreas menegaskan, adapun mengenai efisiensi anggaran. Jelas dia, bukan sekadar memangkas belanja, tetapi memastikan setiap program memiliki hasil terukur dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Setiap rupiah anggaran diarahkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat”
Diketahui rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, serta undangan lainnya (mg3)
