oleh

Harga Emas Antam dan Internasional Terkoreksi, Sejalan Dengan Sentimen Kebijakan The Fed

HARGA jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Emas Antam berada di posisi Rp933 ribu per gram pada Senin, 10 Januari 2022. Harga emas turun Rp1.000 dari perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp934 ribu per gram. Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp1.000 dari Rp829 ribu per gram menjadi Rp828 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp516,5 ribu, 2 gram Rp1,8 juta, 3 gram Rp2,68 juta, 5 gram Rp4,44 juta, 10 gram Rp8,82 juta, 25 gram Rp21,93 juta, dan 50 gram Rp43,79 juta.

Baca juga : Desa Mampu Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,51 juta, 250 gram Rp218,51 juta, 500 gram Rp436,82 juta, dan 1 kilogram Rp873,6 juta.

Harga jual emas sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Pembeli yang tak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX melemah 0,1 persen menjadi USD1.795,6 per troy ons.

Baca juga : ASN Harus Semangat Membangun Kabupaten Sukabumi

Sedangkan, harga emas di perdagangan spot turun tipis 0,04 persen menjadi USD1.795,76 per troy ons.

Direktur PT. TFRX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuabi mengatakan, harga emas dunia kemungkinan masih akan terus menurun hingga mencapai level terendah sekira USD1.757 per troy ons di Januari ini.

“Di Januari 2022 ini masih akan mencapai level terendahnya di USD 1.757 per troy ons, karena kalau saya lihat masalah tapering The Fed,” ujar Ibrahim kepada Fin.co.id, saat dihubungi pada Senin, 10 Januari 2022.

Namun demikian, bisa saja koreksi harga emas masih akan berlanjut dalam satu hingga dua bulan kedepan, karena The Fed baru akan benar-benar melakukan tapering pada bulan Maret 2022.

“Kan bank sentral Amerika akan menaikkan suku bunga 0,25 persen. Ada kemungkinan ini akan menyentuh level di USD1.700 per troy ons,” ungkapnya. (fin/rdrsmdg)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.