Tren Bencana di Karangtengah Meningkat, Rawan Terjadi Tanah Longsor

Tren Bencana di Karangtengah Meningkat
EVAKUASI: Sejumlah relawan dari berbagai elemen di Kota Sukabumi berupaya mengevakuasi material tanah longsor yang menimpa bangunan rumah hingga menyebabkan empat penghuninya terluka, Jumat (15/4). ( FOTO : ISTIMEWA )
0 Komentar

CITAMIANG – Kelurahan Karangtengah di Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi merupakan salah satu daerah rawan bencana. Kurun 7 tahun terakhir, tren kebencanaan di wilayah tersebut setiap tahunnya terdata terus meningkat.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, menuturkan kondisi topografi Kelurahan Karangtengah cenderung tinggi. Karena itu, potensi kerawanan bencana pun, terutama tanah longsor, cenderung tinggi. “Sejak awal, di Karangtengah sudah terbentuk Kelurahan Tangguh Bencana atau Keltana,” kata Zulkarnain dalam keterangannya, belum lama ini.

Kelurahan Tangguh Bencana merupakan upaya mendorong wilayah kelurahan mampu secara mandiri beradaptasi terhadap bencana. Pun dalam proses pemulihannya bisa didorong cepat apabila terjadi bencana.

Baca Juga:Pemkab Gandeng STISIP Widyapuri Mandiri, Uji Kompetensi Seleksi PilkadesForkopimcam Buka Gebyar Vaksinasi di Lokasi Pembagian BLT

“Dampak risiko pun bisa diminimalkan dengan keterlibatan semua pihak di tahapan legislasi, perencanaan, penguatan kapasitas aparatur dan masyarakat, penyelenggaraan hingga pendanaan kebencanaan,” jelasnya.

Di Kota Sukabumi sudah ada 15 kelurahan yang ditetapkan sebagai Kelurahan Tangguh Bencana, salah satunya di Kelurahan Karangtengah. Penetapannya dilakukan Wali Kota dengan pertimbangan berbagai indikator penilaian. “Konsep Kelurahan Tangguh Bencana ini perlu dilakukan secara berkelanjutan serta ditingkatkan kemandirian dan ketangguhan bencana,” imbuh Zulkarnain.

Sementara itu berkaitan dengan jumlah bencana, selama periode 2013-2021, di Kelurahan Karangtengah terjadi 116 kali kejadian yang didominasi tanah longsor dan cuaca ekstrem. Tren kejadian bencana setiap tahun di Kelurahan Karangtengah cenderung meningkat.

Data BPBD Kota Sukabumi, pada 2013 terjadi 9 kali bencana, pada 2014 sebanyak 8 kali, pada 2015 sebanyak 13 kali, pada 2016 terdapat 19 kali bencana, pada 2017 sebanyak 10 kali bencana, pada 2018 sebanyak 7 kali bencana, pada 2019 sebanyak 17 kali bencana, pada 2020 sebanyak 11 kali, dan pada 2021 sebanyak 22 kali. (ist)

Info Grafis
Bencana di Kelurahan Karangtengah
– 2013 terjadi 9 kali
– 2014 terjadi 8 kali
– 2015 terjadi 13 kali
– 2016 terjadi 19 kali
– 2017 terjadi 10 kali
– 2018 terjadi 7 kali
– 2019 terjadi 17 kali
– 2020 terjadi 11 kali
– 2021 terjadi 22 kali

Sumber: BPBD Kota Sukabumi

0 Komentar