Legislator PKS Sebut Dana Abadi Sulit Direalisasikan

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES Inggu Sudeni Anggota DPRD Kota Sukabumi
0 Komentar

SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Program dana abadi sebesar Rp10 juta per RT yang menjadi bagian dari visi dan misi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dinilai sulit untuk direalisasikan dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni, menyikapi kondisi keuangan daerah yang masih dalam kategori sedang.

“Sejak awal kami di legislatif sudah mengingatkan bahwa PAD dan APBD Kota Sukabumi masih dalam level menengah. Sehingga, secara aturan program semacam dana abadi tidak memungkinkan jika menggunakan sumber dana dari APBD,” kata Inggu, kemarin (17/12).

Dia merujuk pada ketentuan Peraturan Pemerintah yang menyebutkan bahwa program-program strategis yang memerlukan alokasi dana besar dari APBD hanya bisa dijalankan apabila kemampuan fiskal daerah telah berada pada level tinggi. “Kalau masih rendah atau menengah, ya belum bisa. Apalagi kalau programnya menggunakan skema dana bergulir,” tegas Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Kota Sukabumi itu.

Baca Juga:Puluhan Keluarga Kehilangan Rumah, Tergerus Abrasi Aliran Sungai CidadapDekranasda Kota Sukabumi Dorong Perajin Naik Kelas

Sebagai solusi, Ayep menawarkan pendekatan baru melalui skema pinjaman modal usaha tanpa bunga berbasis Qordul Hasan, yang akan menyasar dua pelaku usaha di setiap RT. “Dana ini berasal dari sadaqah jariyah masyarakat dan hasil pengelolaan wakaf,” jelas Ayep.

Dia menyebut, hingga Desember 2025, dana wakaf yang telah terkumpul mencapai Rp522 juta. Dana tersebut telah dimanfaatkan untuk membantu sekitar 30 anak yatim setiap bulan serta digunakan sebagai modal pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha ultramikro.

“Ke depan kami harapkan dari dua pelaku usaha ini bisa berkembang menjadi sepuluh di tiap RT. Ini bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang berbasis gotong royong dan kemandirian,” pungkasnya. (mg5)

0 Komentar