CIKEMBAR – Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi usai hujan deras dengan durasi lama, Minggu (28/12). Tercatat ratusan warga terdampak, infrastruktur rusak, hingga terputusnya akses penghubung antarwilayah.
Manajer Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan hujan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan meluapnya aliran Sungai Cimandiri serta beberapa sungai lainnya. Kejadian itu memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan.
“Bencana terjadi setelah hujan deras yang berlangsung cukup lama. Beberapa wilayah terdampak banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Daeng, kemarin (29/12).
Baca Juga:Puluhan Anak Yatim di Kota Sukabumi Diajak BerwisataBPBD Kota Sukabumi Kembali Uji Aktivasi Sirine Deteksi Dini Tsunami
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD, bencana terjadi di Kecamatan Gegerbitung, Cireunghas, Nyalindung, Jampangtengah, dan Purabaya. Di Kecamatan Gegerbitung, banjir akibat luapan Sungai Cimandiri merendam sekitar 30 hektare sawah siap panen di Desa Caringin dan Desa Cijureuy. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Sementara di Kecamatan Cireunghas, banjir merendam permukiman warga di Desa Cireunghas dan Desa Bencoy. Sebanyak 38 kepala keluarga atau 120 jiwa terdampak serta merendam 32 rumah, satu masjid, dan satu sekolah.
Air mencapai ketinggian sekitar satu meter. Namun kini dilaporkan kondisi banjir di wilayah ini telah berangsur surut.
Dampak paling signifikan terjadi di Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung. Banjir dan longsor menyebabkan listrik padam total, lima jembatan putus, serta tiga akses jalan terputus.
Selain itu, satu rumah dilaporkan roboh, tiga rumah rusak sedang, dan sekitar 35 rumah terancam longsor.
BPBD memperkirakan sekitar 200 jiwa mengungsi ke rumah sanak saudara untuk menghindari potensi bencana susulan.
“Di Nyalindung kerusakannya cukup berat, terutama pada infrastruktur dan permukiman. Warga memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman,” pungkas Daeng. (ndi)
