SUKABUMI — Kondisi kawasan jalur pedestrrian di ruas Jalan Ir Haji Djuanda kian memprihatinkan. Alih-alih menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif, kawasan tersebut justru dipenuhi coretan vandalisme serta berbagai sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan.
Pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas jalur pedesterian seperti bangku taman, pot tanaman, lampu penerangan, hingga ornamen penunjang estetika terlihat rusak dan tidak terawat. Coretan-coretan cat semprot dengan berbagai tulisan dan gambar juga tampak mencolok di beberapa titik, mencoreng wajah kawasan yang seharusnya menjadi etalase kota.
Ironisnya, kondisi ini terjadi di kawasan strategis yang berada tak jauh dari pusat pemerintahan Kota Sukabumi. Situasi tersebut memunculkan sorotan tajam dari warga yang menilai lemahnya pengawasan dan pemeliharaan oleh Pemerintah Kota Sukabumi.
Baca Juga:DPRD Kota Sukabumi Sahkan 14 Raperda menjadi PerdaRuas Jalan Provinsi Tertimbun Material Longsor
Salah seorang warga, Ahmad (45), mengaku kecewa dengan kondisi jalur pedesterian Dago saat ini. Menurutnya, kerusakan fasilitas sudah berlangsung cukup lama tanpa ada penanganan serius.
“Kalau malam lampunya banyak yang mati, bangkunya juga rusak. Coretan vandalisme ini sudah lama, tapi dibiarkan saja. Padahal ini dekat Balai Kota, masa tidak diperhatikan,” ujar Ahmad, kemarin (30/12).
Keluhan serupa disampaikan Rina (32), warga lainnya yang sering melintas di kawasan tersebut. Ia menilai kondisi pedestrian yang rusak tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.
“Beberapa lantainya sudah tidak rata, ada yang pecah. Kalau tidak hati-hati bisa tersandung. Harusnya pemerintah cepat tanggap, jangan tunggu viral dulu baru diperbaiki,” kata Rina.
Warga menilai, keberadaan vandalisme dan fasilitas rusak menunjukkan kurang optimalnya pengawasan, baik dari sisi keamanan maupun perawatan rutin. Mereka juga mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjaga ruang publik yang dibangun menggunakan anggaran daerah. “Ini kan pakai uang rakyat. Sayang kalau dibiarkan rusak seperti ini. Pemerintah harus tegas, baik dalam merawat fasilitas maupun menindak pelaku vandalisme,” tegas Ahmad.
Kondisi jalur pedesterian Dago yang kian menurun dinilai berbanding terbalik dengan berbagai program penataan kota dan pengembangan ruang publik yang kerap disampaikan Pemerintah Kota Sukabumi. Warga berharap, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga konsisten dalam pemeliharaan dan pengawasan berkelanjutan.
