NYALINDUNG – Masyarakat Kampung Karikil, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi bergotongroyong membangun jembatan darurat sementara dari bahan bambu, pasca terputusnya jembatan Ciangsana akibat bencana banjir yang terjadi pada Minggu (28/2/12/2025) lalu.
Langkah proaktif ini dilakukan guna mobilisasi masyarakat sekitar tetap berjalan dengan gan baik, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga sekitar.
Kepala Desa Bojongsari, Asep mengatakan bahwa langkah proaktif warga ini di ambil sebagai bentuk mitigasi jangka pendek agar roda perekonomi dan akses pendidikan tidak terhenti sepenuhnya.
Baca Juga:Polres Sukabumi groundbreaking Serengan SPPG PolriWali Kota Sukabumi Konsisten Shalat Jumling Bareng Warga
“Kami apresiasi inisiatif dan kemandirian warga kampung Karikil dalam merespon dampak bencana ini, jembatan bambu ini adalah solusi darurat yang kami upayakan agar mobilitas penduduk khususnya pelajar dan pedagang dapat kembali berjalan meskipun demgan kapasitas terbatas, “ujarnya pada Sabtu (3/01/2026)
Pemdes Bojongsari, Kecamatan Nyalindung telah meninjau lokasi secara langsung dan tengah menindak lanjuti status kerusakan tersebut pada Pemkab Sukabumi melalui instansi terkait agar secepatnya mendapatkan penanganan kontruksi yang permanen.
“Tentunya besar harapan kami agar pemerintah daerah terutama Bapak Aing (KDM) agar segera merealisasikan pembangunan jembatan yang lebih representatif dan kokoh, kondisi darurat ini sangat berpengaruh terhadap efesiensi waktu dan biaya transportasi, “ujarnya
Sementara ssalah seorang tokoh setempat, Miftahuding, mengatakan Pemdes Bojongsari dan pihak kecamatan Nyalindung berkomitmen untuk mengawal proses pengajuan bantuan perbaikan insfrastruktur ini ke tingkat yang lebih tinggi demi menjamin kesejahteraan dan keamanan masyarakat Bojongsari pasca bencana (IST)
