CITAMIANG – Bangunan tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Letda T Asmita Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi ambruk pada Selasa (3/2) malam. Materialnya menutupi sebagian aliran anak Sungai Jayaraksa.
Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) BPBD setempat pun bergerak cepat menanganinya. Sebab, jika dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap lingkungan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melakukan langkah penanganan awal guna mencegah dampak lanjutan, khususnya potensi penyumbatan aliran sungai.
Baca Juga:DPRD Kota Sukabumi'Sentil' Kinerja DPUTR Soal Perbaikan JalanWali Kota Sukabumi Rotasi Lima Pejabat Eselon II
“Kami mengecek langsung ke lokasi TPT ambruk yang menutupi sebagian aliran anak Sungai Jayaraksa,” ujar Yoseph kepada wartawan, kemarin (4/2).
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Yoseph menjelaskan penyebab ambruknya TPT akibat pondasi bangunan yang terkikis aliran sungai. Posisi TPT yang berada tepat di bantaran sungai membuat struktur bangunan rentan terhadap gerusan air, terlebih saat debit meningkat.
“TPT ambruk akibat terkikisnya pondasi yang berada di bantaran aliran sungai. Luas area terdampak diperkirakan sekitar 10 meter kali 3 meter, sehingga material runtuhan menutupi sebagian saluran air di lokasi tersebut,” jelasnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim Satgas PB BPBD Kota Sukabumi langsung melakukan pembersihan material runtuhan TPT yang menutup aliran anak Sungai Jayaraksa. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi awal untuk mencegah terjadinya genangan air maupun banjir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Tim Satgas PB melakukan pembersihan material TPT yang ambruk agar aliran sungai kembali lancar. Kami juga mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai atau saluran air,” tegas Yoseph.
Camat Citamiang Aries Ariandi menyatakan, pihak kecamatan telah menerima laporan kejadian tersebut dari kelurahan setempat dan langsung meneruskannya kepada instansi teknis terkait. “Kami sudah menerima laporan dari pihak kelurahan, dan pagi tadi sudah kami laporkan kejadian ini kepada Dinas PUTR Kota Sukabumi. Selanjutnya akan dilakukan kajian teknis untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Aries. (mg5)
