Wawan juga berharap gedung ini dapat dimanfaatkan lebih luas, tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga pusat pelatihan, inovasi, dan promosi berbasis teknologi digital agar produk lokal mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Ketua Dekranasda Kota Sukabumi Ranti Rachmatillah berharap Gedung Dekranasda dapat menjadi ‘rumah besar’ bagi seluruh perajin di Kota Sukabumi. Ia menekankan pentingnya menjadikan gedung tersebut sebagai sarana promosi sekaligus penguatan identitas kerajinan lokal.
“Harapannya mudah-mudahan ke depannya Dekranasda ini menjadi rumah untuk semua pengrajin yang ada di Kota Sukabumi. Kita harus memperkenalkan kepada daerah lain bahwa kita memiliki para pengrajin yang luar biasa,” ujar Ranti.
Baca Juga:Damkar Sukabumi Evakuasi Ular di Permukiman Warga CibadakPolisi Pariwisata Polda Jabar Kawal Keamanan RTH Balai Desa Citepus
Ranti mengungkapkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pada Desember 2025, terdapat lebih dari 200 pengrajin di Kota Sukabumi. Namun, jumlah tersebut masih memerlukan proses kurasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
“Dominasinya memang batik, kerajinan batu, dan boneka. Tapi ke depan semuanya harus dikurasi agar kualitasnya semakin baik dan siap dipromosikan secara luas,” pungkasnya. (mg5)
