Produksi Padi Ditargetkan 876 Ribu Ton di Kabupaten Sukabumi

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES GENJOT: Pemkab Sukabumi menggenjot produksi padi pada tahun ini yang ditargetkan bisa mencapai 876 ribu ton.
0 Komentar

CISOLOK – Produksi padi di Kabupaten Sukabumi tahun ini ditargetkan sebanyak 876 ribu ton. Pemerintah daerah setempat pun optimistis targetnya bisa tercapai mengingat tahun lalu capaian realisasinya melebihi dari yang ditetapkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan optimisme bisa tercapainya target produksi padi tak terlepas kinerja luas tambah tanam (LTT) padi yang menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, realisasi LTT mencapai 18.352,6 hektare atau 111,2 persen dari target Kementerian Pertanian. “Target tersebut meningkat tajam dibanding Januari 2025,” kata Aep, belum lama ini.

Memasuki 2026, Pemkab Sukabumi berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi dan rencana strategis Provinsi Jawa Barat, sasaran produksi padi ditetapkan sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton. “Pada 2025, Kabupaten Sukabumi mendapat target produksi padi sebanyak 899.599 ton dan jagung 104.492 ton,” tuturnya.

Baca Juga:Nasib Warga Terdampak Bencana Terkatung-katung, Hingga Kini Relokasi Tak JelasDMCG Sosialisasikan Keamanan Teknis dan Manfaat Proyek Panas Bumi Cisolok-Cisukarame

Berdasarkan data Statistik Pertanian (SP) dan Sistem Informasi Pengumpulan Data Pangan Strategis (SIPDPS), realisasi produksi padi pada 2025 mencapai 1.077.867 ton atau 119,82 persen dari target. Sementara luas panen padi tercatat 185.661 hektare atau 114,36 persen dari target swasembada.

Sementara untuk komoditas jagung, realisasi produksi mencapai 133.144 ton atau 127,42% dari target. Luas panennya tercatat 26.457 hektare atau jauh melampaui target yang ditetapkan.

“Masih terdapat potensi luas panen padi sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan dengan estimasi produksi 27.425 ton. Ini menjadi evaluasi penting untuk perbaikan sistem pelaporan pada 2026,” terang Aep.

Aep menyebutkan, Pemkab Sukabumi menerima sejumlah penghargaan atas pencapaian tersebut. Penghargaan itu antara lain peringkat kedua peningkatan produksi beras nasional 2025 serta peringkat pertama peningkatan produksi padi dan jagung tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Capaian ini tentu mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Dukungan itu berupa benih, sarana produksi, serta alat dan mesin pertanian,” ucapnya.

Produksi padi yang dihasilkan sebagiannya diserap Bulog. Upaya itu bertujuan menjaga stabilitas harga dan mendukung pendapatan petani. (ndi)

0 Komentar