Babak Baru, Ibu Kandung NS Laporkan Ayah Korban ke Polisi

Istimewa
Ibu Kandung Nizam Syafei, Lisnawati dan Foto Ayah Kandung Nizam Anwar Satibi dan Nizam Syafei
0 Komentar

PALABUHANRATU – Kasus kematian Nizam Syafei atau NS (12), bocah asal Sukabumi yang viral di media sosial, memasuki babak baru. Ibu kandung korban, Lisnawati, melalui kuasa hukumnya, melaporkan ayah kandung Nizam berinisial AS ke Polres Sukabumi, Selasa (24/2/2026).

Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, menegaskan kliennya melapor sebagai seorang ibu yang kehilangan anak. Menurutnya, terdapat dugaan kuat unsur kelalaian dan pembiaran yang dilakukan ayah korban sebelum Nizam meninggal dunia. “Dari awal klien kami adalah seorang ibu yang kehilangan anaknya. Artinya dia melapor sebagai korban yang telah kehilangan anaknya. Kami menilai ada dugaan kelalaian dan pembiaran, sehingga kami melaporkan saudara AS ke Polres Sukabumi,” ujar Krisna Murti usai memberikan keterangan kepada penyidik.

Krisna mengungkapkan, pihaknya menemukan percakapan singkat (SMS/chat) antara ayah dan ibu tiri korban, dua hari sebelum Nizam meninggal dunia. Dalam percakapan tersebut, ibu tiri korban menyampaikan kondisi Nizam yang sedang sakit dan meminta agar anak itu dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga:Refleksi Perjuangan melalui Soekaboemi Tempo Doeloe12 PAS Salurkan Bantuan di 10 Lokasi

“Namun, ayah korban disebut menjawab bahwa ia masih sibuk dan bahkan menyampaikan kalimat ‘biarin aja, kalau pun meninggal tinggal dimakamkan di pemakaman keluarga dekat bapaknya’. Ini menjadi salah satu dasar dugaan adanya pembiaran,” kata Krisna.

Selain itu, kuasa hukum juga menyoroti unggahan status media sosial ayah korban yang dinilai menyudutkan ibu kandung Nizam. Dalam status tersebut, AS menuliskan agar tidak percaya pada ibu kandung, sembari menyebut dirinya yang membiayai anak tersebut. Menurut Krisna, sebagai ayah, pembiayaan terhadap anak merupakan kewajiban hukum dan moral.

Krisna menjelaskan, Nizam sempat dirawat oleh ibunya sejak kecil hingga usia sekitar tujuh tahun dalam kondisi sehat dan bahagia. Setelah berpindah pengasuhan ke ayahnya, muncul berbagai perubahan fisik pada tubuh korban yang seharusnya memicu perhatian dan tindakan cepat dari orangtua.

“Kalau kita punya anak, tiba-tiba sore hari ada luka atau lebam, pasti kita tanya kenapa. Di kasus ini, perubahan fisik pada anak justru dibiarkan. Ada luka lebam, ada luka bakar. Bahkan ketika diminta segera dibawa ke rumah sakit, justru ditunda dengan alasan sibuk,” ujarnya.

0 Komentar