BGN Peringati 4 SPPG, Kepala Dapur Dicopot

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES DIPERINGATI: Salah satu SPPG di wilayah Kecamatan Cikole yang diberikan SP sekaligus rekomendasi pemberhentian kepala dapurnya
0 Komentar

JL R SYAMSUDIN SH – Pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Akibatnya, empat SPPG di wilayah tersebut dijatuhi Surat Peringatan (SP) 1 dan satu orang kepala SPPG direkomendasikan dicopot dari jabatannya.

Temuan tersebut muncul setelah Tim Pengawasan (Tawas) Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur penyedia makanan program MBG di Kota Sukabumi. Inspeksi tersebut dipimpin langsung oleh Brigadir Jenderal TNI Albertus Dony Dewantoro.

Dalam rekaman video yang diunggah di media sosial, Brigjen Dony terlihat meninjau langsung salah satu dapur SPPG di wilayah Kecamatan Cikole. Ia mempertanyakan sejumlah praktik kerja yang dinilai tidak sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.

Baca Juga:Perkuat Sinergi, Korem 061 Suryakencana dan PLN UP3 Sukabumi Tingkatkan Pelayanan Kelistrikan321 Sambungan Listrik Gratis PLN UID Jawa Barat Terangi Ramadan, Wujud Kepedulian untuk Warga dan Rumah Ibadah

Salah satu hal yang disorot adalah tidak patuhnya SPPG terhadap SOP yang diberikan, mulai dari seragam pekerja, hingga layout dapur. “Yang pertama saya tanya, kenapa mereka tidak menggunakan seragam?. Ini tidak sesuai dengan SOP,” ujar Dony dalam video tersebut.

Selain itu, ia juga menyoroti tata letak dapur yang dinilai belum memenuhi standar meskipun fasilitas tersebut telah beroperasi hampir enam bulan. Menurutnya, pengelolaan ruang produksi makanan harus memperhatikan aspek keamanan pangan dan higienitas karena makanan yang dihasilkan akan dikonsumsi oleh penerima manfaat program pemerintah. Dony juga menilai kondisi kebersihan dapur masih jauh dari standar yang seharusnya. “Dari sini saja sudah terlihat kondisi dapurnya. Tempat memasak ada di lantai dan terbuka. Ini harus direlokasi,” tegasnya.

Temuan lain yang menjadi perhatian tim pengawasan adalah pengaturan ruang kerja yang dinilai tidak tertata dengan baik. Beberapa aktivitas seperti mencuci wadah makanan, memasak, dan penyimpanan bahan baku dilakukan di area yang sama tanpa pemisahan yang jelas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi makanan dan dinilai bertentangan dengan prinsip keamanan pangan. Dalam kesempatan itu, Dony juga menyoroti peran kepala SPPG yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.

0 Komentar