Sudah 38 SPPG Kantongi SLHS dan IPAL

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES Andri Setiawan Kasatgas MBG Kota Sukabumi
0 Komentar

JL R SYAMSUDIN – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan layak dikonsumsi.

Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengungkapkan, dari 46 SPPG, sudah 38 dapur yang mengantongi LSHS. Sedangkan sisanya masih dalam proses.

Proses penerbitan LSHS juga disertai pelatihan bagi penyedia makanan yang melibatkan Dinas Kesehatan. “Karena dalam penerbitan LSHS ini, harus disertai pelatihan bagi penyedia makanan, yang melibatkan Dinas Kesehatan. Sisanya masih dalam proses,” jelas Andri kepada wartawan, kemarin (10/3).

Baca Juga:Pembangunan Perumahan di Cibeureum tak BerizinWaspadai Penyebaran Campak! Kurun Tiga Bulan Terjadi 23 Kasus

Selain LSHS, sekitar 38 SPPG tengah mengurus Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) dan memasang IPAL. Namun banyak pengelola meminta waktu hingga sesudah Lebaran untuk menyelesaikannya.

Padahal, sambung Andri, tidak memasang IPAL justru merugikan pengelola karena berisiko saat pengawasan dari pihak terkait. “Kami dari Satgas hanya mengingatkan. Sedangkan tindakan lebih lanjut berada di kewenangan pengawas BGN,” tegasnya.

Tahun lalu Satgas MBG bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menggelar sosialisasi dengan mengundang seluruh kepala SPPG dan pengusaha restoran serta kafe terkait Keputusan Menteri Lingkungan Hidup yang mewajibkan setiap SPPG memiliki IPAL.

“Saya meminta agar seluruh SPPG segera mengurus SPPL dan dilengkapi dengan IPAL. Jika tidak dilaksanakan, saya hanya bisa merekomendasikan ke pihak pengawas untuk ditindaklanjuti,” tegas Andri.

Sementara itu, beberapa SPPG telah menerapkan IPAL sesuai Standard Operating Procedure (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN), seperti SPPG Merbabu, yang memiliki sistem penyaringan hingga delapan tahap sehingga air limbah terlihat jernih. “Saya hanya menyarankan agar ditambahkan filter supaya hasilnya lebih maksimal. Setelah itu akan dilakukan pengujian laboratorium untuk memastikan kualitasnya,” ujar Andri.

Selain Merbabu, SPPG yang sudah sesuai standar instalasi IPAL lainnya antara lain SPPG Limusnunggal 2 dan SPPG Jamrud. “Ke depan, saya berharap ada beberapa SPPG percontohan di Kota Sukabumi yang sudah lengkap dengan IPAL sesuai standar,” imbuhnya.

Selain memastikan SPPL dan IPAL, Satgas juga menyoroti keluhan masyarakat terkait menu makanan. Dalam rapat terakhir dengan pihak pendidikan, Andri menekankan agar menu tidak disamaratakan antarwilayah, karena kondisi tiap wilayah berbeda.

0 Komentar