Koordinator SPPG Cisaat Bantah Dugaan Sampah Liar di Padaasih dari Dapur MBG

Istimewa
LIMBAH : Kasus pembuangan sampah liar di Kampung Padaasih, Kecamatan Cisaat, akhirnya diklarifikasi. Senin (13/4/2026).
0 Komentar

SUKABUMI – Dugaan keterlibatan dapur Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) dalam kasus pembuangan sampah liar di Kampung Padaasih, Kecamatan Cisaat, akhirnya diklarifikasi. Senin (13/4/2026).

Koordinator Kecamatan SPPG Cisaat, Ilyas, memastikan tumpukan sampah yang sempat dikeluhkan warga tidak berkaitan dengan aktivitas dapur program tersebut. Klarifikasi disampaikan setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung di lokasi.

“Kami sampaikan klarifikasi bahwa sampah yang dibuang sembarangan di Kampung Padaasih itu bukan berasal dari dapur-dapur SPPG. Kami memiliki prosedur pembuangan yang jelas dan terukur,” ujar Ilyas, Senin (13/4/2026).

Baca Juga:Pemkab Percepat Proses Groundcheck Reaktivasi kepesertaan PBI JKBelasan WNA Diringkus Petugas Imigrasi di Sukabumi

Ilyas menjelaskan, pihaknya telah melakukan monitoring intensif terhadap operasional dapur, khususnya yang berada di sekitar lokasi temuan sampah. Pengawasan dilakukan dengan mencocokkan jenis limbah dengan menu yang diproduksi.

Dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan kesamaan antara limbah dapur SPPG dengan sampah yang berserakan di lokasi. Dengan demikian, dugaan keterlibatan SPPG dinyatakan tidak terbukti.

Meski begitu, pihaknya tetap mengambil langkah proaktif. Ilyas menegaskan, persoalan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Ia menyebut, SPPG akan berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam Cisaat untuk melakukan penanganan di lapangan.

“Walaupun bukan dari kami, tapi demi kenyamanan masyarakat Padaasih, kami bersama Forkopimcam akan segera mengevakuasi sampah tersebut. Kami ingin memastikan lingkungan kembali bersih dan sehat,” tegasnya.

Sebelumnya, warga setempat mengeluhkan keberadaan sampah liar yang menumpuk di kawasan tersebut. Dugaan awal sempat mengarah pada aktivitas dapur program SPPG, namun setelah dilakukan penelusuran, hal itu tidak terbukti.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mengembalikan kondisi lingkungan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pelayanan gizi yang tengah berjalan. (Mg3)

0 Komentar