SUKABUMI – Jumlah calon jemaah haji asal yang akan berangkat ke tanah suci pada tahun ini hanya sebanyak 18 orang. Angka tersebut jauh di bawah kuota yang tersedia sebanyak 35 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sukabumi, Apidudin, mengatakan seluruh calon jemaah yang akan berangkat telah memenuhi persyaratan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan administrasi. “Yang berangkat dari Kota Sukabumi tahun ini sebanyak 18 calon jemaah haji. Alhamdulillah semuanya sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Seluruh dokumen perjalanan termasuk visa telah selesai diproses. Para jemaah dijadwalkan berangkat pada 7 Mei 2026 dan akan tergabung dengan jemaah dari daerah lain.
Baca Juga:Mendorong Museum Tionghoa Soekaboemi jadi Wisata UnggulanPeringatan Hari Buruh yang Rekreatif dan Edukatif
Menurut Apipudin, dari total kuota 35 orang, hanya 21 calon jemaah yang melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Dari jumlah tersebut, dua orang memilih menunda keberangkatan karena ingin berangkat bersama keluarga pada tahun berikutnya. “Dari 21 orang yang melunasi, dua orang menunda. Kemudian dari 19 orang, dua orang mutasi ke Kabupaten Bogor karena ingin bergabung dengan organisasinya. Jadi tersisa 17 orang,” jelasnya.
Selanjutnya, terdapat satu jemaah yang masuk mutasi. Sehingga total jemaah yang berangkat menjadi 18 orang.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak terpenuhinya kuota disebabkan sejumlah faktor. DI antaranya kondisi ekonomi, penundaan keberangkatan, hingga persoalan administrasi seperti jemaah yang meninggal dunia atau belum menyelesaikan pembatalan. “Selain faktor ekonomi, ada juga jemaah yang sakit, ada yang sudah meninggal namun belum diurus pembatalannya oleh ahli waris, serta ada pasangan yang sudah bercerai,” ungkapnya.
Apipudin menyebut sistem pengisian kuota cadangan tahun ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya calon jemaah cadangan diambil dari kabupaten/kota yang sama, kini mekanisme tersebut berbasis tingkat provinsi. “Sekarang cadangan itu diurutkan di tingkat provinsi, jadi yang naik bisa dari daerah lain, tidak harus dari Kota Sukabumi,” terangnya.
Diketahui, kuota haji Kota Sukabumi tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 jumlah jemaah mencapai 252 orang. (mg5)
