Peringatan Hari Buruh yang Rekreatif dan Edukatif

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI MAY DAY: Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menghadiri peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional di kawasan wisata Selabintana.
0 Komentar

SELABINTANA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Sukabumi berlangsung lebih tertib. Bahkan, kegiatannya diarahkan lebih rekreatif dan edukatif.

Di Kota Sukabumi misalnya, kegiatan yang dipusatkan di kawasan wisata Selabintana itu mengusung konsep kolaboratif. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (2/5) itu dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana bersama unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan.

Mengusung tema ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja’ serta tagline ‘Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama’, kegiatan tersebut menitikberatkan pada penguatan sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Baca Juga:Angka Inflasi Lebihi Nasional dan ProvinsiSeorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Ditemukan Luka Tusuk Senjata Tajam

Bobby mengapresiasi terselenggaranya peringatan May Day sebagai momentum memperkuat hubungan industrial yang harmonis. “Hubungan industrial yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif serta mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan industri,” ujarnya.

Peringatan May Day harus menjadi langkah awal untuk menciptakan pekerja yang kompeten dan produktif, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun hubungan industrial yang adil.

Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya mendorong terciptanya iklim ketenagakerjaan yang harmonis, dinamis, dan kondusif guna mendukung peningkatan investasi serta penciptaan lapangan kerja. Selain itu, peningkatan kesejahteraan pekerja juga dilakukan melalui penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan dan penciptaan ekosistem kerja yang sehat dan fleksibel.

Sementara di Kabupaten Sukabumi, Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) setempat memilih mengisi momentum tersebut dengan kegiatan santai dan dialog bersama pemerintah. Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyambut positif pendekatan tersebut.

Menurutnya, suasana dialog yang lebih cair justru membuka ruang komunikasi yang efektif antara buruh dan pemerintah daerah. “Dalam suasana santai, pertukaran gagasan bisa berjalan lebih terbuka. Aspirasi buruh dapat tersampaikan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi kebijakan ke depan,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, berbagai isu ketenagakerjaan mengemuka, mulai dari kondisi lapangan kerja hingga tantangan yang dihadapi pekerja di tengah dinamika ekonomi. Pemerintah daerah mencatat sejumlah masukan tersebut sebagai bahan perbaikan kebijakan.

Andreas menegaskan, keberadaan buruh memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, stabilitas menjadi faktor utama yang harus dijaga agar investasi tetap tumbuh dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

0 Komentar