Angka Inflasi Lebihi Nasional dan Provinsi

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES INFLASI: Inflasi di Kota Sukabumi pada tahun ini cenderung tinggi, mencapai 3,74 persen, atau melampaui inflasi nasional maupun Provinsi Jawa Barat.
0 Komentar

JL R SYAMSUDIN – Tingkat inflasi di Kota Sukabumi pada tahun 2026 tercatat mencapai 3,74 persen. Angkanya melampaui inflasi nasional maupun Provinsi Jawa Barat.

Kondisi ini dinilai tidak lazim karena dipicu bukan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, melainkan sektor sekunder dan tersier. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Selabintana, Sabtu (2/5).

“Ini sesuatu yang tidak lazim karena kenaikan harga bukan dipicu dari sektor komoditas pangan, tetapi justru dari sektor sekunder dan tersier,” ujarnya.

Baca Juga:PLN UP3 Sukabumi Sediakan 23 SPKLU di Sukabumi, Pengguna EV Kini Lebih NyamanKorban Tanah Bergerak di Bantargadung Desak Percepatan Relokasi

Bobby menjelaskan, lonjakan inflasi tersebut dipengaruhi meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap barang-barang nonprimer. Di antaranya kendaraan, perangkat elektronik, hingga aset properti dan logam mulia. “Inflasi mencapai 3,74 persen. Yang membuat saya heran, justru dipicu oleh pembelian barang nonprimer seperti mobil, motor, smartphone, harga tanah, bangunan, emas, hingga listrik,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan tingginya tingkat konsumsi masyarakat di luar kebutuhan dasar. Pola konsumsi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi di daerah. “Apa artinya? Masyarakat Kota Sukabumi konsumtif sekali. Tingkat konsumsi tinggi ini menjadi salah satu penyebab inflasi,” jelasnya.

Selain itu, Bobby juga menyoroti masih tingginya peredaran uang tunai di masyarakat. Kondisi ini dipengaruhi belum meratanya penggunaan sistem pembayaran digital. “Peredaran uang tunai juga menjadi faktor pendorong inflasi karena penggunaan uang digital belum sepenuhnya merata,” pungkasnya. (mg5)

0 Komentar