Dorong Pelestarian Budaya Sejak Dini

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI BOLES: Kesenian bola leungeun seuneu (boles) merupakan salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat.
0 Komentar

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri kegiatan sosialisasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa-siswi kelas VI serta pentas kreativitas peserta didik SDN Gunungpuyuh Tahun 2025/2026, kemarin di SDN Gunungpuyuh, Kecamatan Gunungpuyuh, kemarin (11/6).

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Asa, Satukan Langkah Menjadi Generasi Penerus Bangsa” tersebut menjadi bagian dari program sosialisasi WBTb Jawa Barat yang dilaksanakan di 43 sekolah se-Jawa Barat. Beragam penampilan budaya turut ditampilkan, termasuk atraksi Singa Maung Nosa yang memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para pelajar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Camat Gunungpuyuh, Lurah Gunungpuyuh, kepala sekolah, para guru, serta siswa-siswi dan orang tua murid.

Baca Juga:Sambut Tahun Baru Islam dengan Berbagai Kegiatan ReligiusPemkot Sukabumi Tuntaskan Masalah Sampah

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan pelestarian budaya dengan momentum pelepasan peserta didik.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memahami dan mencintai budaya daerahnya.

“Hari ini kita tidak hanya melepas siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya yang menjadi identitas daerah kita. Anak-anak harus mengenal budaya daerahnya agar tumbuh rasa bangga dan tanggung jawab untuk melestarikannya,” ujar H. Ayep Zaki.

Wali Kota menegaskan bahwa Kota Sukabumi memiliki sejumlah warisan budaya yang menjadi ciri khas daerah, di antaranya pencak silat, kaulinan tradisional boles, dan tradisi lisung. Berbagai kekayaan budaya tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini konsisten menjaga dan mengembangkan budaya lokal, termasuk Pondok Pesantren Al-Fath yang turut berperan dalam pelestarian budaya di Kota Sukabumi.

Menurut Wali Kota, pengembangan budaya memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam menjaga identitas daerah tetapi juga mendorong sektor pariwisata. Salah satunya melalui program walking tour yang semakin memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Kota Sukabumi kepada masyarakat dari berbagai daerah.

0 Komentar