JL BHAYANGKARA – Tiga puskesmas di Kota Sukabumi ditetapkan sebagai Rabies Center. Keberadaan ketiga puskesmas itu melengkapi Rabies Center yang sebelumnya sudah beroperasi di RSUD Al-Mulk.
Ketiga puskesmas itu yakni Baros, Cipelang, dan Sukabumi. Keberadaan rabies center menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat.
“Keberadaan rabies center menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat,” kata Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, pada kegiatan akselerasi pengendalian penyakit melalui kemitraan strategis dan peluncuran rabies center, Rabu (24/6).
Baca Juga:Seni Lokal Harus Mampu Menyentuh DuniaKPU Kota Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Parpol
Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah, menuturkan penetapan tiga puskesmas sebagai Rabies Center merupakan bagian dari upaya merealisasikan target nasional untuk mengeliminasi rabies pada tahun 2030. “Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif, mulai dari memelihara hewan dengan bertanggung jawab hingga membawa hewan peliharaannya untuk divaksinasi secara rutin,” jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menjelaskan Rabies Center akan menyediakan layanan terpadu pada penanganan kasus gigitan hewan penular rabies. Rabies Center dilengkapi pula ketersediaan vaksin antirabies.
“Sebetulnya 15 puskesmas sudah siap melakukan tata laksana terhadap gigitan hewan penular rabies. Namun, ketersediaan vaksinnya sekarang ada di empat rabies center,” jelasnya.
Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Jawa Barat, drg. Ruseno, didampingi Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara, turut serta pada momen itu sebagai narasumber. Dena mengatakan selain membahas mengenai rabies, dalam acara ini dibahas pula mengenai penanggulangan penyakit Tuberculosis.
“Sampai minggu pertama Juni, kita menemukan 1.406 kasus TBC dari target capaian di tahun 2026 itu sekitar 2.600 orang yang harus kami konfirmasi terkait TBC. Sehingga hari ini kami melakukan akselerasi percepatan kemitraan strategis dengan mengundang perangkat daerah, termasuk NGO,” tandas Dena. (mg5)
