SUKABUMI – Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu meninjau kegiatan normalisasi Sungai Cipalabuan yang sedang dilaksanakan oleh Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat, Kamis (02/07/2026). Pengerukan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi sedimentasi sekaligus meningkatkan kapasitas aliran sungai guna meminimalkan risiko banjir saat musim hujan.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengatakan normalisasi dilakukan di sepanjang aliran Sungai Cipalabuan, mulai dari kawasan Pangsor hingga Babakan Gumelar, Kelurahan Palabuhanratu.Kuliner Kabupaten Sukabumi
Menurutnya, proses pengerukan menggunakan satu unit alat berat untuk mengangkat endapan sedimen yang selama ini menghambat kelancaran aliran air.
Baca Juga:Kekeringan Mulai Melanda Wilayah Kecamatan Cibadak SukabumiProyek Jembatan Pamuruyan di Cibadak Sukabumi Dikorupsi 9,84 Miliar
Pengerukan dilakukan untuk mengurangi sedimentasi, memperlancar aliran air, serta meminimalkan potensi banjir saat musim hujan,” ujar Mahbubillah.
Ia menjelaskan, sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai dapat mengurangi daya tampung aliran air. Karena itu, normalisasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai sehingga aliran air menjadi lebih lancar, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap proses pengerukan dapat berjalan sesuai rencana. “Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipalabuan,” kata dia.
Normalisasi Sungai Cipalabuan juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana yang dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pengendalian banjir sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Palabuhanratu. (mg3)
