SUKABUMI – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sukabumi mengedukasi sekitar 600 siswa baru SMAN 3 Kota Sukabumi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan yang dikemas dalam Seminar Awam Pelajar tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 bertema ‘Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting’.
Ketua IDI Cabang Kota Sukabumi, dr. Asep Tajul Mutaqin, mengatakan seminar merupakan bentuk komitmen organisasi profesi dokter dalam meningkatkan literasi kesehatan di kalangan remaja. Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi harus diberikan sejak dini sebagai bekal membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. Seminar menghadirkan narasumber dr. Michelle Angelina, M.Biomed., Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus anggota IDI Kota Sukabumi. Melalui materi yang disampaikan, para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak masa remaja sebagai persiapan memasuki kehidupan dewasa.
Menurut dr. Asep, kesehatan reproduksi tidak boleh dipahami ketika seseorang telah memasuki masa reproduksi, melainkan harus dikenalkan sejak usia sekolah agar remaja memiliki pengetahuan yang benar dalam menjaga kesehatan diri serta mempersiapkan masa depan. “Kesehatan reproduksi harus dipahami dengan benar sejak dini. Jangan dipahami ketika masa reproduksi sudah berlangsung. Tujuannya untuk mempersiapkan generasi anak bangsa yang lebih berkualitas, tidak hanya bebas dari stunting secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki integritas moral,” ujarnya.
Baca Juga:Forum Anak Kota Sukabumi Buka Rekrutmen Anggota BaruTekankan Saring sebelum Sharing , Pejabat Diskominfo jadi Pemateri pada Kegiatan MPLS
Edukasi kesehatan reproduksi merupakan langkah preventif yang memiliki keterkaitan erat dengan upaya penurunan angka stunting. Pengetahuan yang baik sejak remaja diyakini akan berkontribusi terhadap lahirnya generasi yang sehat bahkan sebelum memasuki usia pernikahan. Lebih lanjut, dr. Asep menyebut tema Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 tahun ini, yakni ‘IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat, dan Sejahtera’, mencerminkan komitmen IDI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui edukasi kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat.
“IDI ingin menjadi pelopor kebangkitan bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia yang tangguh. Berangkat dari pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi sejak dini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dirinya,” katanya.
