Warga RW 11 Kelurahan Cisarua Sukabumi Butuh Pembangunan Sumur Artesis

ist
RESES : Anggota DPRD Kota Sukabumi, Ramdhani, kepada Sukabumi Ekspres usai memggelar reses Masa Persidangan ke-Satu Tahun Sidang 2026-2027 di Kampung Babakan Tangkil RW11, Kelurahan Cisarua, Cikole (foto : istimewa)
0 Komentar

CIKOLE – Warga di RW 11 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi membutuhkan pembangunan sumur artesis, keinginan itu sebagai solusi atas keterbatasan pasokan air bersih ketika memasuki musim kemarau.

“Kebutuhan itu dirasakan masyarakat di RW 11, khususnya wilayah RT 02 dan RT04. Saat musim kemarau, sejumlah sumur warga mengalami kekeringan sehingga menyulitkan masyarakat mendapatkan air bersih,” kata Anggota DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, kepada Sukabumi Ekspres usai memggelar reses Masa Persidangan ke-Satu Tahun Sidang 2026-2027 di Kampung Babakan Tangkil RW11, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, pada Sabtu (31/10/2026) kemarin.

Karena itu, pembangunan sumur artesis diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air warga. “Aspirasi lainnya adalah perbaikan fasilitas MCK umum agar masyarakat memiliki sarana sanitasi yang lebih layak,” kata Danny.

Baca Juga:dr. Lulis Delawati : Persoalan Desil tak Hanya Ada di Kota Sukabumi, Namun juga Secara Nasional BPKPD Kota Sukabumi Rekonsiliasi Data Pajak Daerah Melalui Alat Rekam Transaksi 

Selain itu, persoalan peningkatan ekonomi pun menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Kondisi ekonomi yang dirasakan warga saat ini dinilai cukup berat, terutama bagi para pedagang kecil.

“Banyaknya jumlah pedagang yang tak sebanding dengan daya beli masyarakat membuat transaksi penjualan menurun. Akibatnya, pendapatan para pedagang menjadi terbatas,” ungkapnya.

Selain kebutuhan sumur Artesis dan peningkatan ekonomi. Banyak warga juga yang menyampaikan perihal perubahan data desil yang berdampak terhadap penerimaan bantuan sosial, kebutuhan infrastruktur air bersih, perbaikan MCK umum, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah perubahan desil masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi ketika sebelumnya masuk kategori desil rendah, tetapi kemudian mengalami kenaikan desil sehingga tak lagi menerima bantuan sosial, meskipun kondisi ekonominya masih membutuhkan perhatian.

Menanggapi hal itu, Danny mengatakan bahwa persoalan perubahan desil merupakan permasalahan nasional yang juga perlu mendapat penanganan di tingkat daerah.

Masyarakat pun diimbau untuk berkonsultasi dengan pihak kelurahan apabila mengalami perubahan data desil. Terlebih, saat ini Pemerintah (Pemkot) Sukabumi memiliki program Grebek Desil yang dapat membantu warga untuk mengajukan perbaikan data agar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. “Warga yang benar-benar membutuhkan tetap dapat terdata dan memperoleh bantuan sesuai ketentuan,” jelasnya

0 Komentar