Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung yang paling populer dan legendaris di Kabupaten Garut. Gunung Papandayan memiliki eksotisme yang sangat indah dan menjadi daya tarik pengunjung untuk datang berwisata hiking.
Selain terkenal dengan kuliner khasnya yaitu dodol, Garut memiliki jutaan destinasi wisata yang sangat indah dan patut untuk dikunjungi. Terutama untuk libur lebaran yang akan tiba, salah satu opsi wisata alam yaitu Gunung Papandayan di Kabupaten Garut.
Daya Tarik Gunung Papandayan
Apabila berkunjung ke Gunung Papandayan ini pengunjung akan disuguhi oleh pesona alam yang sangat indah dan semua sudah tertata dengan baik, berikut beberapa daya tarik yang terdapat di Gunung Papandayan.
Baca Juga:Menjelajahi Keasrian Alam Curug Cimarinjung Sukabumi5 Destinasi Wisata Sukabumi yang Cocok untuk Libur Lebaran
1. Taman Edelweiss
Bagi pengunjung yang akan menuju Taman Edelweiss ini akan disuguhi dengan keindahan bunga abadi yang kerap dijadikan spot foto oleh pengunjung. Keindahan pesona bunga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang, pasalnya bunga langka ini memang cukup jarang ada di Indonesia. Selain menikmati keindahan bunga Edelweiss ini, pengunjung pun sudah dilengkapi oleh fasilitas lainnya seperti gazeboo, toilet, dan lain-lain.

2. Kolam Renang Air Panas
Selain menikmati keindahan bunga Edelweiss, pengunjung pun dapat menikmati hangatnya pemandian air panas yang airnya berasal langsung dari pegunungan. Pengunjung sangat sedang dengan kolam air panas ini terutama bagi anak-anak, mereka bisa bermain air sepuasnya. Terdapat dua jenis kolam yaitu kolam anak dan kolam dewasa, airnya pun mengandung belerang yang cukup tinggi sehingga dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit. Untuk masuk ke pemandian air panas ini pengunjung cukup membayar Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000.

3. Kawah Papandayan
Pengunjung dapat menuju Kawah Papandayan melalui jalur trekking, jalur ini merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Papandayan yang sudah tertata dengan rapi. Sehingga pengunjung hanya tinggal menyusuri jalurnya saja tanpa perlu cape mencari jalur seperti trekking Gunung Papandayan.

4. Hutan Mati
