Diduga Lalai Tangani Persalinan, Pasien Polisikan RSUD Palabuhanratu

Pelapor dan kuasa hukum saat berada di Kantor SPI Sukabumi Raya, Ruko Batusapi, Kecamatan Palabuhanratu
Pelapor dan kuasa hukum saat berada di Kantor SPI Sukabumi Raya, Ruko Batusapi, Kecamatan Palabuhanratu
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES – RSUD Palabuhanratu dipolisikan keluarga pasien, lantaran diduga melakukan kelalaian hingga mengakibatkan bayi meninggal dunia saat proses persalinan.

Pelapor adalah Rizki Akbar (31), suami dari pasien bersalin bernama Dewi yang merupakan Warga Perum Andara Risidence Blok B 7 RT 004 RW 015, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

Kuasa Hukum pasien sekaligus Ketua Serikat Pengacara Indonesia (SPI) Sukabumi Raya, Tusyana Priyatin mengatakan, dugaan kelalaian kerja telah dilaporkan ke Satreskrim Polres Sukabumi pada Kamis (28/03/2024) lalu 

Baca Juga:Polres Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran Tahun iniPemkot Komitmen Wujudkan Pemerataan Pembangunan

“Diduga terjadi tindak pidana kelalaian dalam bekerja sehingga mengakibatkan orang meninggal, yang dilakukan oleh tenaga kesehatan RSUD Pelabuhanratu. Pelapor adalah suami dari korban pasien yang melahirkan tapi anaknya meninggal,” ungkap Tusyana kepada wartawan di Kantor SPI, Ruko Batusapi, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Senin (01/03).

Menurutnya, ada sejumlah kelalaian rumah sakit sangat krusial yang memicu keluarga membuat laporan. Mulai dari lambatnya penangan, tidak adanya doktor bersalin, pemberian obat-obatan telat hingga alasan kematian sang jabang bayi.

“Paling kita soroti adalah surat kematian dari rumah sakit yang menyebutkan alasan bayi meninggal saat bersalin itu akibat gagal jantung, padahal beberapa jam sebelum dibawa ke rumah sakit Pasien sempat dibawa ke klinik dan diperiksa detak jantung bayi normal, karena janin posisinya sungsang. Klinik merujuk pasien dibawa ke rumah sakit,” terangnya

Sementara itu, pelapor sekaligus suami pasien, Rizki Akbar menambahkan, posisi bayinya terdeteksi dalam keadaan sungsang saat akan dilahirkan. Sehingga membutuhkan penanganan cepat dan tindakan operasi.

“Makanya istri saya dibawa ke RSUD Palabuhanratu karena harus cepat ditangani oleh dokter spesialis, tetapi ini dokternya juga malah enggak ada,” kata Rizki.

Lebih rinci Rizki membeberkan, tidak adanya dokter membuat operasi tidak dilakukan. Alhasil, istrinya dengan terpaksa harus melahirkan secara normal. Namun sayang buah hatinya yang berjenis kelamin perempuan itu dilahirkan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Yang saya sayangkan itu di sana enggak ada dokter spesialis kandungan, yang nanganinya itu hanya bidan semua,” tandasnya. (SZ/IST)

0 Komentar