“Melalui program ini, kami berharap dapat menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan gizi masyarakat, serta memperbaiki pola asuh. Kelompok sasaran kegiatan ini meliputi remaja, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-59 bulan,” jelas dia.
Selain itu, program Kader Penting juga mendukung target Provinsi Jawa Barat untuk mencapai zero new stunting dengan fokus pada pencegahan stunting sejak hulu, yakni pada remaja, calon pengantin, dan ibu hamil.
Remaja putri yang telah dilatih sebagai kader penting diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan yang telah diperoleh kepada teman sebaya dan menjadi agen perubahan dalam pola konsumsi yang bergizi, seimbang, dan aman di lingkungan sekolah.
Baca Juga:Pemkot Salurkan Dana Insentif bagi 2.200 OrangWarga Panik, Atap Kios di PSM Palabuhan Ratu Terbakar
Kusmana berharap, program Kader Penting ini dapat terus berlanjut di masa depan dan semakin melibatkan banyak sekolah lainnya. “Remaja putri adalah calon ibu di masa mendatang.
Pengetahuan yang memadai tentang gizi akan membantu mereka melahirkan generasi yang sehat dan cerdas, yang akan menjadi generasi emas untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (ist)
