SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Pemerintah Kota Sukabumi secara resmi meluncurkan program Kader Pangan Sekolah Peduli New Stunting (Kader Penting) di GOR di SMAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (9/10). Program ini merupakan salah satu inovasi penting dalam upaya pencegahan stunting di kalangan remaja, khususnya remaja putri di Kota Sukabumi.Acara launching ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting termasuk Dandim 0607, perwakilan DPRD, Forkopimda, Wakapolres Sukabumi Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari SMA, SMK, dan MA se-Kota Sukabumi serta 150 remaja putri dari SMA Negeri 1 Kota Sukabumi sebagai peserta program Kader Penting.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Adrian Hariadi, menyampaikan program Kader Penting bertujuan untuk meningkatkan dedikasi para siswa dalam mengatasi permasalahan pangan dan stunting, terutama pada remaja. Program ini akan berlangsung selama kurang lebih lima bulan dan dilaksanakan di 11 sekolah di wilayah Kota Sukabumi.
Baca Juga:Pemkot Salurkan Dana Insentif bagi 2.200 OrangWarga Panik, Atap Kios di PSM Palabuhan Ratu Terbakar
“Melalui Kader Penting, kami berharap siswa dapat berperan sebagai kader penyuluhan pangan di sekolahnya masing-masing meningkatkan potensi siswa dalam hal pangan dan mendukung pencegahan stunting di kalangan remaja,” ungkap Adrian.
Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menekankan pentingnya peran remaja dalam pencegahan stunting. Dia memaparkan, menurut data WHO stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, serta simulasi psikososial yang tidak memadai. “Stunting merupakan ancaman serius. Saat ini potensi stunting baru di Kota Sukabumi masih cukup tinggi,” ujar Kusmana.
Menurut data dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Sukabumi meningkat tajam dari 19,2 persen pada 2022 menjadi 26,9 persen pada 2023 atau melebihi rata-rata provinsi dan nasional. Kendati demikian, selama setahun ini terjadi penurunan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak di Kota Sukabumi berisiko mengalami stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi konvergensi, holistik, dan integratif yang melibatkan berbagai sektor.
Kusmana juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi telah meluncurkan inovasi Pangan Lokal Sehat Bergizi Tinggi untuk Pencegahan New Stunting (Pasti Penting) yang diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
