SUKABUMI EKSPRES – Berbagai negara di dunia memiliki makanan khas yang disajikan selama bulan Ramadhan, masing-masing dengan cita rasa dan tradisi unik.
Makanan hhas Ramadhan dari berbagai negara ini tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memiliki nilai budaya dan sosial yang mendalam. Bagi yang penasaran, mari kita intip makanan khas Ramadhan dari berbagai belahan dunia.
1. Haleem (Asia Selatan)
Haleem adalah hidangan khas yang sangat populer di Asia Selatan, terutama selama bulan Ramadhan. Hidangan ini merupakan sup kental yang terbuat dari campuran biji-bijian seperti gandum dan jelai, lentil, dan daging yang dimasak perlahan hingga mencapai konsistensi yang lembut dan kaya rasa.
Baca Juga:10 Wisata Religi Ramadan Terpopuler di Dunia, Kamu Sudah Berkunjung?5 Buku yang Cocok Dibaca Gen Z saat Bulan Ramadan, Agar Ramadan Lebih Bermakna
Sejarah makanan ini dapat ditelusuri kembali ke abad ke-10, dengan resep awalnya ditemukan dalam buku masakan karya Abu Muhammad al-Muzaffar ibn Sayyar di Baghdad. Seiring waktu, hidangan ini menyebar ke berbagai negara seperti Pakistan, India, dan Bangladesh.
Haleem terdiri dari empat komponen utama, yaitu biji-bijian seperti gandum atau jelai, daging yang umumnya menggunakan sapi, domba, atau ayam, lentil seperti moong dal, chana dal, dan masoor dal, serta campuran rempah-rempah seperti kapulaga, kayu manis, dan ketumbar yang memberikan rasa khas.
Hidangan ini biasanya disajikan panas dengan berbagai topping seperti bawang goreng, jahe, daun ketumbar, irisan cabai hijau, dan perasan lemon. Selain menjadi makanan yang mengenyangkan, Haleem juga melambangkan kebersamaan selama Ramadhan.
2. Harira (Maroko)
Harira adalah sup berbasis tomat yang kaya rasa dan populer di Maroko, terutama saat berbuka puasa. Hidangan ini memiliki komposisi yang bervariasi tergantung pada daerah dan ketersediaan bahan.
Umumnya, Harira menggunakan daging domba atau sapi sebagai bahan utama, dipadukan dengan kacang-kacangan seperti lentil dan kacang garbanzo (chickpeas). Sayuran seperti tomat, bawang, dan seledri juga ditambahkan untuk memperkaya rasa dan tekstur.
Selain itu, campuran rempah-rempah seperti kayu manis, kunyit, jahe, dan cabai merah memberikan cita rasa khas yang hangat dan menggugah selera.
Harira biasanya disajikan dengan roti atau kue manis dan sering dinikmati dengan potongan lemon untuk menambah kesegaran. Hidangan ini tidak hanya menjadi makanan berbuka puasa yang lezat, tetapi juga sering dikonsumsi pada hari-hari biasa, terutama saat cuaca dingin.
