3. Harees (Uni Emirat Arab)
Harees adalah bubur yang terbuat dari gandum yang dimasak perlahan dengan daging, menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang kaya. Hidangan ini menggunakan gandum yang telah ditumbuk halus sebagai bahan utama, dipadukan dengan daging, biasanya domba atau ayam.
Untuk menambah cita rasa, Harees dibumbui dengan garam serta kadang-kadang bawang putih dan kayu manis.
Harees sering disajikan dalam porsi besar dengan tambahan ghee (mentega yang telah dipanaskan) untuk memperkaya rasa. Makanan ini melambangkan keramahan dan kebersamaan dalam budaya Emirati serta sering dibagikan kepada tetangga dan tamu selama bulan Ramadhan.
Baca Juga:10 Wisata Religi Ramadan Terpopuler di Dunia, Kamu Sudah Berkunjung?5 Buku yang Cocok Dibaca Gen Z saat Bulan Ramadan, Agar Ramadan Lebih Bermakna
4. Bubur Lambuk (Malaysia)
Bubur Lambuk adalah bubur nasi khas Malaysia yang sangat populer selama bulan Ramadhan. Hidangan ini memiliki cita rasa yang kaya dengan berbagai rempah-rempah khas.
Diketahui bahwa Bubur Lambuk mulai dikenal sejak pertengahan abad ke-20 ketika seorang imigran Pakistan membawa resepnya ke Masjid Jamek di Kampung Baru, Kuala Lumpur. Sejak itu, bubur ini menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa di masjid-masjid Malaysia.
Bubur Lambuk menggunakan beras sebagai bahan dasar, dipadukan dengan daging sapi atau ayam untuk menambah cita rasa. Santan juga ditambahkan untuk memberikan kekayaan rasa dan tekstur yang lembut.
Selain itu, rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan lada digunakan untuk memperkuat aroma dan rasa khasnya. Hidangan ini biasanya disajikan panas dengan taburan bawang goreng, daun seledri, dan daun bawang.
Selain lezat, Bubur Lambuk juga mencerminkan semangat berbagi dan kebersamaan dalam komunitas Muslim Malaysia.
5. Nasi Jollof (Nigeria dan Ghana)
Nasi Jollof adalah hidangan khas Afrika Barat yang sangat populer selama bulan Ramadhan. Hidangan ini berupa nasi berbumbu yang dimasak dalam kaldu tomat dan cabai, menghasilkan cita rasa yang kaya dan menggugah selera.
Nasi Jollof diyakini berasal dari wilayah Senegambia sebelum akhirnya menyebar ke seluruh Afrika Barat. Nigeria dan Ghana memiliki variasi unik dari hidangan ini, yang sering menjadi perdebatan mengenai siapa yang memiliki versi terbaik.
Baca Juga:Lengkap dengan Artinya, Ini 5 Pilihan Doa Berbuka Puasa Ramadhan yang Bisa Anda BacaJadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Sukabumi 2025 Lengkap Selama 30 Hari Ramadhan 1446 H
Nasi Jollof menggunakan beras sebagai bahan utama, dengan Nigeria lebih memilih beras long-grain parboiled, sementara Ghana cenderung menggunakan beras jasmine Thailand. Hidangan ini dibumbui dengan campuran cabai merah, bawang putih, jahe, serta berbagai rempah lainnya yang memberikan aroma khas.
