SIMPENAN – Puluhan rumah warga di Kedusunan Kawungluwuk dan Kampung Sawah Tengah Desa Cidadap Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terpaksa ditinggalkan penghuninya. Kondisi itu setelah aliran Sungai Cidadap meluap sehingga hanya tinggal sejengkal dari permukiman warga.
Informasi dihimpun, peristiwa tersebut usai wilayah Kecamatan Simpenan dan sekitarnya diguyur hujan deras sejak Minggu (14/12). Kondisi itu mengakibatkan sejumlah bangunan mulai dari masjid dan rumah ambruk dan hanyut terseret arus sungai.
Warga setempat, Khairudin (45), menyebutkan rumahnya sudah tidak lagi bisa dihuni. Jarak sungai yang sebelumnya puluhan meter kini menyusut drastis hanya sekitar satu meter.
Baca Juga:Akses Jalan ke Desa Sirnajaya Putus Akibat Longsor, Mobilitas Warga TergangguKapolsek Simpenan Pimpin Evakuasi Longsor Agar Arus Lalu Lintas Lancar
“Was-was. Sudah nggak bisa ditempatin lagi. Ini mah harus pindah. Tapi belum punya tempat pindahnya. Bingung, belum evakuasi, belum mengungsi,” ujar Khairudin kepada wartawan, kemarin (15/12).
Ia menjelaskan, abrasi besar terakhir terjadi pada Minggu (14/12) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu terdengar suara gemuruh sebelum air sungai masuk ke area rumah dan menggerus tanah dengan cepat.
“Yang sampai ke sini baru semalam. Tahun ini sudah tiga kali kejadian. Terakhir ini ada dua rumah yang hanyut. Satu rumah benar-benar habis terbawa arus,” ungkapnya.
Khairudin menambahkan, sejak pertama kali abrasi terjadi, jarak sungai terus mendekat ke permukiman. “Awalnya jarak sungai sekitar 100 meter, lalu jadi 10 meter, sekarang tinggal satu meter. Saya tinggal di sini sudah 11 tahun. Sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini,” tuturnya.
Warga lainnya, Ustaz Abdul Manan, mengatakan kondisi Kampung Kawungluwuk kini semakin mencekam. Dalam sehari terakhir, jumlah bangunan yang ambruk bertambah signifikan.
“Bukan sekadar parah, ini sudah panik. Kemarin belum ada rumah yang ambruk, sekarang sudah ada empat bangunan, termasuk masjid dan majelis taklim. Rumah saya sendiri sudah tidak ada,” katanya.
Dia menyebut seluruh warga telah meninggalkan kawasan tersebut. Sebanyak 23 kepala keluarga kini mengungsi sementara di bangunan SDN Kawungluwuk. “Sekarang sudah tidak ada satu pun warga yang tinggal di sini. Kampung ini kosong,” ucapnya.
Baca Juga:Dua Desa di Cicantayan jadi Unggulan Gelari PelangiSelain Kemacetan, Potensi Bencana jadi Fokus Antisipasi Nataru di Sukabumi
Menurut Abdul Manan, warga membutuhkan kepastian penanganan, terutama terkait relokasi permanen. Ia mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah dan kepolisian, namun berharap ada langkah konkret yang segera dilakukan.
