Jalan Ahmad Yani jadi Lokasi CFD, Mendorong Ruang Publik Ramah Lingkungan

Ist
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI CAR FREE DAY: Masyarakat Kota Sukabumi menyambut antusias diresmikannya ruas Jalan Ahmad Yani sebagai lokasi car free day.
0 Komentar

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi resmi menetapkan ruas Jalan Ahmad Yani sepanjang 400 meter sebagai kawasan Car Free Day (CFD). Kawasan bebas kendaraan bermotor tersebut diberlakukan setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.Ditetapkannya CDF diharapkan menjadi pionir ruang publik ramah warga di Kota Sukabumi. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana meresmikan kawasan CFD itu, kemarin (21/12).

Pemerintah menilai keberadaan CFD menjadi langkah awal menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi sosial, serta beraktivitas tanpa gangguan kendaraan bermotor.

Ayep Zaki menegaskan, realisasi CFD di Jalan Ahmad Yani merupakan bentuk pemenuhan janji politiknya sebagai kepala daerah. Dia menyebutkan, gagasan CFD ini lahir dari pengalaman pribadinya saat berolahraga di kawasan CFD Jalan Thamrin bersama Wakil Wali Kota.

Baca Juga:DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Tiga Agenda Strategis dalam ParipurnaPastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru 2026

“Awal mula terbesit ingin mengadakan CFD ini adalah saat saya bersama Pak Bobby berolahraga di CFD Jalan Thamrin. Dari situ kami sepakat akan merealisasikan CFD di Kota Sukabumi,” ujar Ayep.

Meski saat ini baru diterapkan sepanjang 400 meter, Ayep menargetkan ke depan kawasan CFD dapat diperluas secara bertahap. Ia menyebutkan rencana jangka panjang pemerintah adalah menjadikan ruas dari Simpang Jalan Otista hingga ujung Jalan Ahmad Yani di kawasan BRI sebagai zona CFD terpadu.

“Untuk sekarang memang masih 400 meter. Ke depan kami targetkan CFD ini bisa dimulai dari Simpang Otista sampai ke ujung Jalan Ahmad Yani,” jelasnya.

Kebijakan ini juga menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, terutama terkait pengaturan lalu lintas, parkir, dan pengawasan agar CFD tidak hanya menjadi kegiatan seremonial mingguan. Namun harus benar-benar memberi dampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menambahkan, CFD Ahmad Yani juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik. Berbagai instansi pemerintah membuka booth layanan langsung kepada masyarakat, sehingga warga dapat mengakses layanan sambil beraktivitas di kawasan CFD.

“Tadi ada tenda layanan dari Disdukcapil, Inspektorat, Dinkes, DPMPTSP, DPUTR, BJB, hingga BPS Kota Sukabumi,” kata Bobby.Selain layanan pemerintah, kawasan CFD juga diisi oleh lapak pedagang UMKM. Namun, Bobby menegaskan bahwa pelibatan UMKM harus dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. “Kami sudah menghimbau UMKM agar menyediakan wadah sampah bagi pengunjung. Untuk kantong parkir, kami siapkan di kawasan Jalan Perniagaan,” ungkapnya. (mg5)

0 Komentar