Bidang PSDA juga melaksanakan tiga kegiatan penyusunan kajian strategis, yakni Kajian Pusat Pertumbuhan Baru, Kajian Reaktivasi Pasar, serta Naskah Akademik Rencana Pengembangan Industri Kabupaten/Kota (RPIK). “Ketiga kajian ini diekspose pada bulan November sebagai dasar perumusan kebijakan pengembangan ekonomi daerah ke depan,” jelas Erni.
Masih di bulan November, Bidang PSDA kembali menggelar rapat koordinasi monitoring dan evaluasi RAD Pangan dan Gizi, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.”Kegiatan ini penting untuk menyampaikan capaian pelaksanaan RAD PG sekaligus memperkuat komitmen bersama seluruh stakeholder,” katanya.
Memasuki Desember 2025, Bidang PSDA memfasilitasi Rapat Koordinasi Penyusunan RKP DBH CHT 2026 yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat. “Tujuannya menyamakan pemahaman terkait PMK Nomor 72 Tahun 2024 dan mensosialisasikan nomenklatur kegiatan DBH CHT sesuai Kepmendagri Nomor 900.1-2850 Tahun Anggaran 2025,” terang Erni.
Baca Juga:Wakil Walkot Sukabumi Hadiri Panen Raya Bersama PresidenMempertimbangkan Pemberlakukan Moratorium Minimarket
Tak hanya itu, Bidang PSDA juga aktif melakukan pendampingan perencanaan tematik di berbagai sektor strategis, mulai dari ketenagakerjaan, ekonomi kreatif, pariwisata, pemuda dan olahraga, hingga investasi, UMKM, koperasi, perdagangan, dan perindustrian. “Kami mendampingi penyusunan RTKD, RINDEKRAF, peta investasi daerah, hingga Naskah Akademik RPIK sebagai fondasi perencanaan sektoral,” ujarnya.
Dalam aspek ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, Bidang PSDA berperan sebagai koordinator perencanaan lintas sektor agar kebijakan yang diambil bersifat preventif dan berkelanjutan. “Isu pangan dan inflasi menjadi perhatian serius karena sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat,” kata Erni.
Secara makro, Bidang PSDA juga mengoordinasikan ketercapaian indikator pembangunan ekonomi daerah, seperti laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, pendapatan per kapita, dan gini ratio. “Indikator makro ini menjadi barometer keberhasilan pembangunan, sehingga harus terus kita kawal bersama,” tegas Erni.
Menutup kaleidoskop 2025, Erni berharap sinergi perencanaan yang telah dibangun dapat terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang. “Kami berharap seluruh upaya yang dilakukan sepanjang 2025 ini dapat menjadi pondasi kuat bagi pembangunan ekonomi Kota Sukabumi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” pungkasnya. (Mg5)
