Catatan Kinerja Bidang PPM Bappeda Kota Sukabumi Sepanjang 2025

Istimewa
KEGIATAN : Bidang PPM Bappeda Kota Sukabumi saat menggelar rapat persiapan penilaian KKS bersama pihak terkait.
0 Komentar

Berlanjut ke Juni, Bidang PPM mengikuti E-Rakortek Bappenas, melakukan advokasi ODF, finalisasi cascading RPJMD mitra PPM, serta evaluasi Universal Health Coverage (UHC). Menurut Nenden, evaluasi UHC menjadi indikator penting keberhasilan layanan kesehatan. “Cakupan layanan kesehatan harus terus dijaga agar seluruh warga mendapatkan akses yang adil,” ujarnya.

Juli diwarnai dengan rapat penyepakatan target stunting bersama provinsi, kesepakatan indikator makro RKPD 2026, evaluasi Tuberkulosis (TB) dan ATM, hingga persiapan penilaian kinerja P3S dan bimtek Konvensi Hak Anak. “Penetapan target yang realistis dan terukur menjadi dasar perencanaan yang kuat,” jelas Nenden.

Memasuki Agustus, agenda semakin padat dengan penilaian administrasi KKS, penilaian kinerja stunting, evaluasi UHC, evaluasi TB dan ATM, hingga verifikasi Renja Perubahan 2025 dan Rancangan Akhir Renja 2026. “Tahap ini krusial untuk memastikan dokumen perencanaan benar-benar sesuai kebutuhan daerah,” katanya.

Baca Juga:Lapas Nyomplong Perlu DirelokasiBidang PSDA Bappeda Kota Sukabumi Komitmen Perkuat Sinergi Ekonomi, Pangan dan SDA

September difokuskan pada penguatan inklusivitas dan kesiapan penilaian, mulai dari temu inklusi, persiapan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE), verifikasi lapangan ODF, hingga evaluasi TB dan verifikasi Rancangan Akhir Renstra mitra. “Kami berupaya agar seluruh kelompok masyarakat mendapat perhatian dalam pembangunan,” ujar Nenden.

Pada Oktober, Bidang PPM melaksanakan roadshow pemenuhan indikator Sustainable Development Goals (SDGs), evaluasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), verifikasi dokumen ODF, serta pendampingan penyusunan rencana anggaran DAK Kesehatan. “Pemenuhan indikator SDGs menjadi komitmen global yang harus diterjemahkan di tingkat daerah,” katanya.

November menjadi bulan penuh capaian dengan verifikasi lapangan ODF, Musrenbang kelompok rentan, penerimaan penghargaan Swasti Saba KKS dan penghargaan penurunan stunting. “Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan,” ucap Nenden.

Menutup tahun pada Desember, Bidang PPM melaksanakan rakor TP3S kecamatan dan kota, sosialisasi PJPK, Musrenbang kelurahan, hingga FGD indikator makro RKPD 2026 provinsi. Nenden menegaskan, kegiatan akhir tahun menjadi fondasi perencanaan tahun berikutnya. “Kami memastikan proses perencanaan berjalan matang dan partisipatif,” pungkasnya. (Mg5)

Laman:

1 2
0 Komentar