Peran Strategis Bidang Litbang Bappeda Kota Sukabumi

Istimewa
KEGIATAN : Bidang PSDA Bappeda Kota Sukabumi saat melaksanakan Monev RAD PG Kota Sukabumi Tahun 205. Kegiatan ini sebagai implementsi Perwal Nomor 39 Tahun 2024.
0 Komentar

Selain fungsi kajian, Bidang Litbang Bappeda juga memiliki peran penting dalam penguatan inovasi daerah. Ira menjelaskan bahwa Litbang bertindak sebagai fasilitator inovasi dan administrator pelaporan inovasi daerah Kota Sukabumi. “Peran ini kami jalankan untuk mendukung pencapaian Indeks Inovasi Daerah yang menjadi Indikator Kinerja Utama Kepala Daerah dalam RPJMD 2025–2029,” ujarnya.

Dalam mendukung inovasi, Litbang Bappeda memfasilitasi dua kegiatan utama, yakni Innovative Government Award (IGA) dan Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB). Wahyu menyebut, strategi yang ditempuh meliputi pendataan awal inovasi, roadshow persiapan pelaporan inovasi, hingga bimbingan teknis. “Kami melakukan pendampingan intensif agar inovasi yang lahir dari perangkat daerah dapat terdokumentasi dan dinilai secara optimal,” jelasnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Kota Sukabumi berhasil meraih predikat Kota Terinovatif pada ajang Innovative Government Award 2025 dan masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2025. Ira menilai capaian ini sebagai hasil kerja kolektif. “Prestasi ini merupakan buah sinergi seluruh OPD yang terus didorong untuk berinovasi,” ungkapnya.

Baca Juga:Lapas Nyomplong Perlu DirelokasiBidang PSDA Bappeda Kota Sukabumi Komitmen Perkuat Sinergi Ekonomi, Pangan dan SDA

Tak hanya inovasi, Litbang Bappeda juga berperan dalam penguatan Indeks Kota Toleran (IKT). Ira menyebut IKT sebagai instrumen penting dalam mengukur komitmen pemerintah daerah terhadap kebebasan beragama dan pengelolaan keberagaman. “Litbang berperan sebagai fasilitator lintas OPD untuk memastikan kebijakan toleransi berbasis data dan inklusif,” katanya.

Berdasarkan data SETARA Institute, capaian Indeks Kota Toleran Kota Sukabumi menunjukkan tren positif. Ira menjelaskan, peringkat Kota Sukabumi terus bersaing di tingkat nasional, dengan capaian peringkat ke-6 nasional pada 2022 dan kembali diraih pada 2024. “Capaian ini mencerminkan konsistensi dan perbaikan kinerja pemerintah daerah dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas perangkat daerah dan peran Litbang sebagai penguat kebijakan berbasis data. “Kami terus berupaya menjadikan kajian dan data sebagai dasar utama dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan,” pungkas Ira. (Mg5)

Laman:

1 2
0 Komentar