Penerimaan PBB-P2 Kelurahan Kebonjati Capai 80 Persen

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI BERKOMPETISI: Riza Kalandara Alfatih, siswa TK GIBS akan mengikuti ajang Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) 2026 tingkat Asia Tenggara di Bali.
0 Komentar

SUKABUMI – Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi berhasil meningkatkan capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) cukup signifikan selama 2025. Dari target yang ditetapkan, Kelurahan Kebonjati mampu mencapai 80 persen atau naik dari capaian pada 2024 yang hanya berada di kisaran 65 persen.

‎“Alhamdulillah, pada 2025 kita bisa mencapai 80 persen dari target PBB-P2 yang ditetapkan. Sementara di tahun sebelumnya, capaian kita masih di angka 65 persen,” ujar Lurah Kebonjati Yunan Ananda, kemarin (14/1).

‎Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran aktif aparatur kelurahan dalam melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat serta mendorong kesadaran wajib pajak akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan daerah. PBB-P2, kata dia, merupakan salah satu instrumen vital dalam menopang PAD Kota Sukabumi.

Baca Juga:PSC 119 Ayeuna jadi Program Unggulan, Buka Layanan Ambulans Gratis dan HomecarePengendara Mobil Terjebak di Titirk Rawan Longsor Cimapag Simpenan

‎Guna terus mendongkrak penerimaan pajak di tahun 2026, Kelurahan Kebonjati telah menyiapkan langkah inovatif berupa pembukaan gerai pelayanan pembayaran PBB-P2 yang akan ditempatkan di sejumlah posyandu. Program ini dirancang sebagai strategi jemput bola agar layanan pembayaran pajak semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

‎“Tahun ini kami merencanakan membuka gerai pelayanan pembayaran PBB-P2 di setiap posyandu. Ini bagian dari eksekusi di lapangan agar masyarakat lebih mudah membayar pajak,” jelas Yunan.

‎Meski demikian, Yunan tidak menampik adanya sejumlah kendala yang dihadapi sepanjang 2025, terutama terkait dinamika data wajib pajak. Beberapa objek pajak tercatat mengalami perubahan domisili, bahkan ada wajib pajak yang sudah tidak lagi berada di wilayah Kebonjati.

‎“Ada kendala juga, seperti wajib pajak yang sudah tidak ada atau objek pajaknya berpindah domisili. Ini tentu berpengaruh terhadap proses penagihan,” katanya.

‎Kendati menghadapi tantangan tersebut, Kelurahan Kebonjati tetap mampu mencatatkan realisasi penerimaan PBB-P2 yang cukup menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, total PBB-P2 yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp600 juta. (mg5)

0 Komentar