“Kalau menggunakan jalan alternatif, harus memutar arah dan jaraknya lumayan jauh atau tiga kali lipat dari akses jembatan penyeberangan yang rusak,” ungkap Popi.
Jika air sungai meluap, kadang Popi dan warga lainnya memanfaatkan akses satu-satunya yaitu melalui area perusahaan produsen semen SCG. Sebab pihak perusahaan sudah memberikan dispensasi atau izin melintas bagi warga Desa Tanjungsari yang sedang beraktivitas di Kecamatan Gunungguruh maupun Kecamatan Cikembar atau sekadar mengantar anak-anak ke sekolah. (ndi)
