JL SURYAKENCANA – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Sukabumi sepanjang Januari tahun ini cenderung turun. Kondisi itu tentu menjadi kabar baik di tengah cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menyebutkan sepanjang Januari tercatat 54 kasus DBD dengan nol kematian terjadi di berbagai kelurahan di Kota Sukabumi. Dibanding tahun lalu pada periode yang sama, angkanya turun cukup signifikan.
“Tahun lalu, total kejadian DBD di Kota Sukabumi sebanyak 1.017 kasus atau rata-rata terjadi 84 kasus setiap bulan. Tahun ini dengan jumlah 54 kasus selama Januari, tentu angkanya turun cukup signifikan,” kata Denna, Minggu (1/3).
Baca Juga:Pemkot Sukabumi Lakukan Program 12 PAS di Gedongpanjang dan NanggelengPengajian Bulanan di Rumdin Kota Sukabumi Diisi Tausiyah
Data kasus DBD sepanjang Januari menunjukkan kalangan anak–anak rentan terjangkit DBD. Dinkes pun mengajak orangtua dan pengelola lembaga pendidikan berperan aktif mencegah DBD.
Upayanya dilakukan melalui penerapan 3M plus yaitu menguras dan menutup tempat air, serta mendaur ulang berbagai barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
“Perlu perhatian khusus tidak hanya di rumah, tapi juga perlu pihak sekolah dalam pencegahan DBD. Bagaimana kita menekan kasus DBD adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). PSN paling murah dan efektif adalah dengan bersih–bersih berkala seminggu sekali dengan 3M Plus. Fogging adalah upaya terakhir dari pencegahan DBD,” jelasnya.
Selain itu Dinkes pun memiliki Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk menghindari munculnya sarang nyamuk di lingkungan sekitar rumah. Gerakan ini menurutnya diimplementasikan pula di lingkungan perkantoran.
“Berdasarkan data statistik dari 54 kasus itu tersebar di 33 kelurahan, yang tertinggi ada di Kelurahan Cisarua tujuh kasus, kemudian menyusul di Kelurahan Karang Tengah dan Baros enam kasus. Ada 11 Kelurahan yang tanpa kasus. Angka Bebas Jentik pada Januari mencapai 97,4 persen atau di atas target nasional sebesar 95 persen,” tandasnya. (ist)
