BUMD Harus Ubah Pola Pikir, Mengelola Perusahaan Secara Profesional

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI RAPAT KOORDINASI: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memberikan pengarahan kepada jajaran Perumda Tirta Bumi Wibawa dan PD Waluya dalam rapat yang berlangsung di Opproom Setda Kota Sukabumi, kemarin (10/3).
0 Komentar

SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dikelola secara profesional dan mampu menghasilkan keuntungan yang sehat. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada jajaran Perumda Tirta Bumi Wibawa dan PD Waluya dalam rapat yang berlangsung di Opproom Setda Kota Sukabumi, kemarin (10/3).

Dalam arahannya, Ayep Zaki menekankan bahwa BUMD tidak hanya berperan sebagai lembaga pelayanan publik, tetapi juga harus mampu beroperasi sebagai entitas bisnis milik daerah yang profesional, sehat, dan berorientasi pada profit. Keuntungan yang dihasilkan BUMD diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat pembangunan daerah.

“BUMD harus dikelola dengan mindset bisnis yang profesional. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, perusahaan daerah juga harus mampu menghasilkan keuntungan yang sehat untuk mendukung peningkatan PAD,” ujar Ayep Zaki.

Baca Juga:Bupati Sukabumi Siapkan Kredit Tanpa Bunga untuk UMKMHadapi Mudik, Ratusan PJU Diperbaiki

Untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan daerah, Wali Kota menekankan pentingnya penerapan strategi manajemen berbasis konsep 5M, yakni Man (sumber daya manusia), Management (manajemen), Material (sumber daya), Machine (peralatan atau teknologi), dan Money (pengelolaan keuangan). Menurutnya, optimalisasi kelima aspek tersebut akan menjadi fondasi penting bagi BUMD dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing perusahaan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat tersebut, aset Perumda Tirta Bumi Wibawa tercatat sekitar Rp83 miliar, sedangkan PD Waluya memiliki aset sekitar Rp313 juta. Dengan potensi tersebut, Pemkot Sukabumi menargetkan perusahaan daerah mampu menghasilkan profit minimal 10 persen dari nilai aset yang dimiliki serta terus meningkatkan pertumbuhan keuntungan setiap tahunnya.

Ayep Zaki juga menekankan bahwa integritas, profesionalisme, serta komitmen kerja yang kuat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan BUMD. Ia berharap seluruh jajaran perusahaan daerah dapat bekerja secara maksimal untuk membangun BUMD yang sehat, transparan, dan berdaya saing.

“Dengan pengelolaan yang profesional dan berintegritas, BUMD Kota Sukabumi dapat berkembang menjadi entitas bisnis yang kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (mg5)

0 Komentar