CIKEMBAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai di Kabupaten Sukabumi di tengah kondisi cuaca yang masih tak menentu. Pekan lalu, terjadi dua kejadian kebakaran lahan di lokasi berbeda.
Di Kecamatan Cireunghas, dilaporkan terjadi kebakaran hutan di lahan sekitar 2 ribu meter persegi. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kampung Lio Desa/Kecamatan Cireunghas pada Rabu (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Diduga, kebakaran dipicu tingginya suhu udara sehingga memicu percikan api di semak-semak.
Di lokasi berbeda atau di Kampung Gunung Walat Desa Batununggal Kecamatan Cibadak, kebakaran lahan terjadi pada Kamis (19/3) sekitar pukul 13.34 WIB. Sumber api diduga berasal dari ilalang yang terbakar akibat meningkatnya suhu udara.
Baca Juga:Rencanakan Pembangunan Ruang Publik di SagarantenAPBD Kota Sukabumi Tembus Rp1,32 Triliun
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menuturkan penyebab pasti kebakaran belum bisa dipastikan. Namun, ada kemungkinan dipicu tingginya suhu udara yang mencapai di atas 30 derajat celcius.
“Pada waktu itu cuaca memang sangat panas. Kondisi ini yang kami duga jadi penyebabnya,” kata Daeng, belum lama ini.
Lokasi kebakaran hutan dan lahan berada di sekitar ruas jalan Lio Tegalpanjang. Daeng menyebut, kobaran api bisa dicegah lebih awal sehingga tak meluas. “Warga setempat berinisiatif memadamkan api dengan alat seadanya. Alhamdulillah, kebakaran tak meluas. Tapi ada lahan yang terbakar sekitar 2 ribu meter persegi,” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka pada kejadian tersebut. BPBD mengimbau masyarakat waspada dengan kondisi cuaca saat ini yang diprediksi bakal segera memasuki kemarau. “Saat ini tengah terjadi masa transisi perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau. Panasnya luar biasa ekstrem. Tetap waspada dengan kondisi cuaca sekarang,” ujar Daeng.
Sementara kebakaran lahan terjadi di Kampung Gunung Walat Desa Batununggal Kecamatan Cibadak pada Kamis (19/3) sekitar pukul 13.34 WIB. Sumber api diduga berasal dari ilalang yang terbakar akibat meningkatnya suhu udara.
Daeng menuturkan, kebakaran lahan di Kampung Gunungwalat menyusul informasi dari masyarakat. Awalnya, kobaran api berasal dari ilalang. “Penyebab kebakaran belum diketahui. Tapi dugaan akibat dampak cuaca yang cukup panas. Ilalang yang kering jadi mudah terbakar,” kata Daeng.
