BAROS – Bangunan tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Tugu Kelurahan Jayaraksa Kota Sukabumi ambruk pada Jumat (3/4) sekitar pukul 02.15 WIB. Peristiwa tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menyebabkan aliran sungai tersumbat dan berpotensi memicu banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan, TPT yang longsor memiliki panjang sekitar 12 meter dan berdampak langsung terhadap dua unit rumah warga. “Salah satu rumah milik Ibu Kakay Kartika mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian dapur dan kamar mandi yang hancur terbawa material hingga ke dasar sungai,” kata Yoseph, kemarin (5/3).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Yoseph mengungkapkan kondisi di lokasi masih mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan material longsoran yang menutup aliran sungai sehingga meningkatkan risiko banjir, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. “Material longsoran kini menyumbat aliran sungai. Ini yang paling kami khawatirkan karena ancaman banjir kini mengintai warga sekitar,” jelasnya.
Baca Juga:Libur Akhir Pekan, Ruas Jalan Palabuhanratu Dipadati Kendaraan WisatawanPemkab Sukabumi Gelar Aksi Korve di Sepanjang Jalur Wisata Palabuhanratu
Menurutnya, kondisi TPT sebelum kejadian memang sudah mengalami keretakan dan tidak lagi mampu menahan beban bangunan di atasnya. Selain itu, rembesan air dari sungai yang terus menggerus tanah turut memperparah kondisi hingga akhirnya terjadi longsor.
Saat ini, tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Sukabumi tengah melakukan penanganan darurat dengan fokus utama membuka kembali aliran sungai yang tertutup material longsor. “Material yang menutupi sungai harus segera diangkat. Jika terjadi hujan di hulu dan air meluap akibat sumbatan ini, dampaknya bisa meluas ke rumah-rumah lain di bantaran sungai,” tegas Yoseph.
Penanganan di lokasi melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, Babinsa, serta masyarakat setempat. Selain melakukan evakuasi material, petugas juga melakukan pendataan serta pengamanan wilayah terdampak.
Dalam penanganan pascabencana ini, sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, di antaranya terpal serta material bangunan seperti semen dan batu untuk perbaikan sementara. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras yang berpotensi memperparah kondisi tanah dan memicu longsor susulan. “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama jika hujan turun deras. Fokus kami saat ini adalah memastikan aliran sungai kembali normal agar risiko banjir bisa diminimalkan,” pungkasnya. (mg5)
