SUKABUMI – Kegiatan bertajuk ‘Panggung Harapan Anak’ digelar di Rumah Budaya Sukuraga di Kecamatan Warudoyong, Jumat (1/5). Kegiatan ini menjadi ruang pemulihan mental sekaligus upaya mengembalikan rasa percaya diri anak-anak yang sebelumnya terdampak secara psikologis akibat batalnya sebuah kegiatan pada akhir April lalu.
Acara tersebut mengusung tema ‘Semua Anak Berhak Tampil’ dan difokuskan pada penguatan mental serta pemberian ruang ekspresi bagi anak-anak. Kegiatan ini hadir sebagai respons atas insiden penggelapan dana oleh oknum penyelenggara kegiatan sebelumnya, yang menyebabkan acara pada 26 April 2026 gagal terlaksana dan menyisakan kekecewaan bagi para peserta.
Ketua Komunitas Sukuraga, Efendi Sukuraga, mengatakan kegiatan ini dilandasi kepedulian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang berpotensi kehilangan kepercayaan diri untuk tampil di ruang publik. “Yang ingin kita selamatkan adalah anak-anak. Jangan sampai mereka kehilangan rasa percaya diri hanya karena kejadian ini,” ujarnya.
Baca Juga:Hanya 18 Orang Calon Haji yang Siap BerangkatPenyaluran Bantuan Pangan masih Berlangsung, Di Kelurahan Babakan dan Sindangpalay Terdapat 2.553 KPM
Ia menjelaskan, pihaknya semula hanya berperan sebagai penyedia tempat dalam kegiatan yang batal tersebut. Namun, karena melibatkan anak-anak, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang pemulihan.
Effendi juga mengungkapkan adanya kekhawatiran bahwa anak-anak dapat memiliki persepsi negatif terhadap Sukuraga akibat peristiwa tersebut. Trauma yang muncul, kata dia, berpotensi membuat anak enggan mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. “Anak-anak bisa saja mengaitkan kegagalan itu dengan Sukuraga, padahal mereka tidak mengetahui duduk persoalannya. Itu yang ingin kami pulihkan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, ‘Panggung Harapan Anak’ tidak dirancang sebagai ajang kompetisi. Tidak ada penjurian maupun pemberian hadiah. Seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada pengalaman tampil dan proses membangun kembali kepercayaan diri.
Kegiatan diisi dengan sesi motivasi dan penguatan mental, serta edukasi penampilan seperti akting, menyanyi, dan peragaan busana. Pendekatan yang digunakan lebih inklusif dan suportif, dengan tujuan memberikan rasa aman bagi anak-anak untuk kembali berekspresi.
Partisipasi peserta tercatat cukup tinggi. Lebih dari separuh jumlah pendaftar pada kegiatan sebelumnya tetap hadir dalam acara ini. Hal tersebut menunjukkan adanya keinginan kuat dari anak-anak untuk bangkit dari kekecewaan dan kembali tampil di hadapan publik.
