Fasum Bernilai Rp11 Miliar Terbengkalai, Banyak Sarana dan Prasarana

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES RUSAK: Berbagai fasilitas sarana dan prasarana di kawasan Cipelang Herang di Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi kondisinya rusak.
0 Komentar

GUNUNGPUYUH – Destinasi wisata sekaligus ruang publik Teras Cipelang di Jalan Merbabu Kampung Babakan Garung Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi terbengkalai. Padahal, Proyek yang dibangun melalui program Cipelang Herang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menelan anggaran mencapai Rp11 miliar.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah fasilitas yang dibangun beberapa tahun lalu kini mengalami kerusakan. Bangunan pendukung yang semestinya dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi dan wisata tampak kosong tanpa penghuni. Sejumlah rolling door rusak, kamar mandi tidak dapat digunakan, serta dinding bangunan dipenuhi coretan vandalisme. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan suasana saat kawasan itu pertama kali dibangun pada Februari 2021. Kala itu, Teras Cipelang sempat menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dan destinasi wisata baru di Kota Sukabumi.

“Sudah lama sekali tempat ini kosong, tidak dimanfaatkan lagi,” ujar seorang warga setempat saat menghadiri kegiatan Serah Terima Sertifikat Hibah Lahan Konsolidasi Tanah (KT) Kawasan Cipelang Herang, belum lama ini.

Baca Juga:Kejuaraan Bulutangkis Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80DPP Tetapkan Pengurus PKB Kota dan Kabupaten Sukabumi

Menurut warga tersebut, kawasan Teras Cipelang pernah dikelola kelompok pemuda dan menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat. Bahkan, wisata air berupa tubing sempat menarik minat pengunjung dari berbagai daerah. “Dulu ada anak-anak muda yang mengelola, bahkan sempat ada kegiatan wisata air seperti tubing. Sekarang sepi sekali,” katanya.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan pemerintah daerah berkomitmen untuk menata dan menyelesaikan persoalan kawasan kumuh secara bertahap, termasuk kawasan Teras Cipelang. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Secara bertahap, tergantung kemampuan anggaran kota,” ujar Ayep Zaki usai menyerahkan sertifikat kepada 60 kepala keluarga penerima manfaat di kawasan Cipelang Herang.

Ayep mengungkapkan, Pemerintah Kota Sukabumi sebenarnya telah menyiapkan rencana anggaran untuk pemeliharaan taman dan destinasi wisata. Namun, anggaran tersebut masih menunggu pembahasan dan persetujuan DPRD Kota Sukabumi sebelum dapat direalisasikan.

Di balik minimnya pemeliharaan kawasan tersebut, terdapat persoalan administratif yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, menjelaskan bahwa proses serah terima aset dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kota Sukabumi masih belum rampung.

0 Komentar