SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi mulai merealisasikan sejumlah proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur pada pertengahan tahun 2026. Beberapa pekerjaan yang menjadi prioritas di antaranya penataan trotoar (pedestarian), pembangunan kantor kecamatan, serta perbaikan jalan lingkungan guna meningkatkan kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah mengerjakan sejumlah proyek yang dibiayai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain melanjutkan penataan kawasan Pasar Gudang, Pemkot juga akan melakukan revitalisasi trotoar di depan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri.
“Untuk saat ini yang dikerjakan selain Pasar Gudang, lanjut ke trotoar di depan Setukpa. Kemudian juga pembangunan kantor kecamatan di Gunungpuyuh dan satu lagi perbaikan jalan di Perumahan Prana. Itu dikerjakan bulan ini dan awal Juli,” ujar Ayep kepada wartawan, kemarin (22/6).
Baca Juga:Kekeringan Ancam Target Luas Tanam , Tahun Ini Terdapat 11.114 HaBangunan Liar Terbengkalai di Kawasan Batu Sapi Palabuhanratu Ditertibkan
Menurutnya, proyek-proyek tersebut sementara masih mengandalkan sumber pembiayaan dari PAD karena sejumlah sumber anggaran lainnya belum dapat digunakan. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Selain proyek yang bersumber dari APBD Kota Sukabumi, Ayep juga menyinggung rencana penanganan Jalan Merbabu yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Ia menjelaskan, perbaikan ruas jalan tersebut akan dilaksanakan melalui anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun ini.
Meski demikian, sejumlah titik kerusakan jalan telah mendapatkan penanganan sementara melalui kegiatan penambalan guna mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
“Untuk pengerjaan Jalan Merbabu tahun ini dari provinsi. Tapi tambalannya sudah dikerjakan sebagian. Ada dana insentif sekitar Rp2 miliar yang akan dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan prioritas,” jelasnya.
Ayep menerangkan, dana insentif tersebut akan dialokasikan untuk tiga program utama, yakni perbaikan atau penambalan jalan yang mengalami kerusakan, pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), serta program kebersihan lingkungan atau ‘Sapu Bersih’ yang saat ini sedang dipersiapkan pemerintah daerah.
Menurut dia, keberadaan TPS 3R sangat penting untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Sementara program Sapu Bersih diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi volume sampah yang tersebar di berbagai sudut kota.
