SUKABUMI – Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menerima audiensi jajaran pengurus Forum Komunikasi OSIS Kota Sukabumi (Fokuskotsi) periode 2026–2027 di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Senin (20/7). Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru Fokuskotsi serta penyampaian rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus Fokuskotsi memperkenalkan organisasi yang menaungi komunikasi dan kolaborasi antarpengurus OSIS tingkat SMP di Kota Sukabumi dengan semangat “Urang Sadaya Sadulur, Beda Lembur Tapi Akur.” Selain menjalin silaturahmi, audiensi juga dimanfaatkan untuk memaparkan rencana penyelenggaraan AKSARA (Ajang Kreasi Seni, Apresiasi, Retorika, dan Argumentasi), sebuah ajang perlombaan yang akan diselenggarakan oleh Fokuskotsi sebagai wadah pengembangan potensi pelajar.
AKSARA dirancang untuk mendorong lahirnya generasi yang literat, kreatif, komunikatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan melalui berbagai kompetisi, di antaranya lomba debat dan lomba poster.
Baca Juga:Disdukcapil Hadirkan Layanan Adminduk Inklusif, Jemput Bola dan Penyerahan Dokumen KependudukanPerumdam Bakal Berubah jadi Perseroda
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, public speaking, kreativitas, sekaligus membangun budaya literasi sejak dini. Melalui audiensi ini, Fokuskotsi juga mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar penyelenggaraan AKSARA dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pelajar di Kota Sukabumi.
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menyampaikan apresiasi atas semangat para pelajar yang terus menghadirkan inovasi melalui kegiatan-kegiatan positif. “Acara seperti ini sangat baik untuk menggali potensi siswa di Kota Sukabumi. Menjadi pintar saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki emotional intelligence yang baik. Kemampuan mengendalikan emosi, berkomunikasi, berempati, dan bertanggung jawab merupakan bekal penting dalam menghadapi kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, budaya literasi harus terus diperkuat karena membaca merupakan sumber utama pengetahuan sekaligus membentuk daya ingat dan pola pikir seseorang. Namun, ia mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya anak-anak usia sekolah yang kemampuan literasinya perlu menjadi perhatian bersama.
Ranty juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari. Penggunaan gadget yang tidak bijaksana, menurutnya, berpotensi mengurangi minat membaca, mengganggu konsentrasi belajar, hingga memengaruhi pembentukan karakter generasi muda.
