JL R SYAMSUDIN – Pemerintah Kota Sukabumi memerlukan anggaran setidaknya hampir Rp330 miliar untuk membenahi seluruh infrastruktur di berbagai wilayah. Terdapat berbagai skema untuk memenuhi kebutuhan anggaran tersebut.
“Ada empat cara untuk memenuhi kebutuhan anggaran yakni melalui intervensi ke pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kemudian mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), serta rencana mengajukan dana pinjaman ke PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur),” kata Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.
Ayep menyebut wacana pinjaman sekitar Rp240 miliar ke PT SMI dilakukan dengan jangka waktu pinjaman selama delapan tahun. Namun wacana itu tentu bukan perkara mudah karena harus mendapatkan persetujuan dari DPRD.
Baca Juga:Duka di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Puluhan Rumah Ludes TerbakarPasutri Jadi Korban Lakalantas di Jalan Nasional Arah Sukabumi-Cibadak
“Mudah-mudahan DPRD menyetujui karena kita akan mengambil dana pinjaman dari SMI. Kalau tahun ini di-acc pinjamannya, maka mulai tahun depan akan langsung jalan. Uang untuk bayarnya sudah ada yaitu dari peningkatan PAD,” ujar Ayep.
Ayep mengakyu telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Sukabumi. Ia mencontohkan pembangunan jalan diarahkan untuk menggunakan metode betonisasi, seperti yang saat ini dilakukan dalam perbaikan Jalan Prana.
Selain itu, ke depan ia pun menginginkan trotoar dibangun dengan metode pengecoran agar hasilnya tahan lama.
“Saya yang minta kepada DPUTR supaya ke depannya pembangunan jalan itu ingin betonisasi, walau kenyataannya tidak mungkin semua menggunakan beton, karena pasti ada yang diaspal. Saya juga sampaikan kepada DPUTR agar ke depannya pembangunan trotoar mengikuti DKI Jakarta yaitu dicor. Saya ingin rapi dan tahan lama, mahal sedikit gak apa-apa karena uang rakyat untuk rakyat,” pungkasnya. (mg5)
