CICANTAYAN – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) kembali terjadi di jalan raya Nasional Arah Sukabumi-Cibadak, sebuah kendaraan truk bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat di Kampung Cijalingan, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (24/07/2026) lalu. insiden ini mengakibatkan pasangan suami istri (Pasutri) yang berboncengan sepeda motor menderita luka-luka dan harus dilarikan ke IGD RSUD Sekarwangi Cibadak.
Berdasarkan data yang dihimpun, sepeda motor tersebut dikendarai oleh Dedi Agustian (37), warga Kelurahan Subangjaya, Cikole, yang berboncengan dengan istrinya, Santi Nabila (21), warga Cibeureum, Kota Sukabumi. Sementara kendaraan truk dikemudikan oleh Suryadi (52), warga Cibaraja, Cicantayan.
Staf Desa Cijalingan, Dadang Sopandi, menceritakan detik-detik proses evakuasi korban usai pihak desa mendapat laporan warga dari lokasi kejadian. ”Pagi tadi saat saya sedang beraktivitas di kantor desa, ada laporan dari warga bahwa terjadi kecelakaan antara truk dan motor Beat berboncengan di jalan bawah. Kami langsung bergegas ke lokasi kejadian dan berkoordinasi memanggil ambulans desa agar korban segera dievakuasi,” ujar Dadang saat ditemui di halaman IGD RSUD Sekarwangi.
Baca Juga:KDM Janji Pemprov Jabar Akan Bangun Kembali Kampung Adat CiptamulyaTetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Pasca Kebakaran di Ciptamulya
Dadang menambahkan, korban dievakuasi secara terpisah menggunakan dua unit ambulans desa demi percepatan penanganan medis.
”Korban perempuan kita evakuasi terlebih dahulu menggunakan ambulans Desa Cijalingan karena posisinya sudah tergeletak di dekat minimarket. Sedangkan korban laki-laki dievakuasi menyusul menggunakan ambulans Desa Cikande,” terangnya.
Sementara itu, Dokter Jaga IGD RSUD Sekarwangi, dr. Fahri Rashid, mengonfirmasi bahwa tim medis tengah melakukan penanganan gawat darurat terhadap korban kecelakaan tersebut.
”Korban perempuan mengalami luka di bagian lutut dan betis kanan. Saat ini kami lakukan penanganan gawat darurat berupa jahit luka, serta tindakan splinting and bandaging (pembidaian dan pembebatan) untuk memfiksasi posisi kaki agar tidak banyak bergerak,” jelasnya (mg3)
